Hukum
Sofyan Basir, Dirut PLN (Ist)

JAKARTA- Kinerja PLN yang saat ini dipegang oleh Sofyan Basir sangat memprihatinkan publik. Sofyan Basir sebagai Direktur Utama, kinerjanya sangat buruk karena PLN pada tahun 2017, mengalami kerugian yang cukup lumayan besar, sekitar Rp.20.1 Triliun. Tetapi PLN masih beruntung, lantaran kerugian PLN bisa ditambal dari bantuan subsidi pemerintah. 

“Dengan ditemukan potensi kerugian negara tersebut, kami meminta kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera melakukan penyelidikkan atas beberapa kasus di PLN. Untuk itu, kami meminta kepada KPK untuk segera memanggil Direktur PLN (Perusahaan Listrik Negara) Sofyan Basir dalam waktu dekat ini,” demikian Uchok Sky Khadafi, Direktur CBA (Center For Budget Analysis) kepada Bergelora.com di Jakarta, Senin (23/4)

Ia menjelaskan, selain Kinerja Direktur PLN (Perusahaan Listrik Negara) Sofyan Basir yang buruk. Ternyata, dalam mengelola perseroan PLN saja, Sofyan Basir tidak begitu cakap dalam manajemen keuangaan maupun dalam manajenen perusahaan PLN yang begitu besar.

“Hal ini dibuktikan ada dugaan potensi kerugian negara dalam tenggang waktu antara tahun 2015 – 2016,” jelasnya.

Pada tahun 2015, CBA menemukan potensi kerugian negara sebesar Rp.9 Triliun, dan USD.411.779 dengan 69 kasus. Sedangkan pada tahun 2016, ditemukan potensi kerugian negara sebesar Rp.8.8 triliun dan USD.191.4 juta dengan sebanyak 54 kasus.

“Jadi hitung secara total, potensi kerugian negara antara tahun 2015 sampai tahun 2016, ditemukan potensi kerugian negara sebesar Rp.17.9 Triliun, dan USD.191.8 dengan sebanyak 123 kasus,” tegasnya. (Web Warouw)

Add comment

Security code
Refresh