Hukum
Iptu Luar Biasa Anumerta Yudi Rospuji Siswanto, salah satu korban kerusuhan di Mako Brimob, Kelapa Dua Depok, Rabu (9/5) malam. (Ist)

JAKARTA- Suasana duka menyelimuti rumah Iptu Luar Biasa Anumerta Yudi Rospuji Siswanto, salah satu korban kerusuhan di Mako Brimob, Kelapa Dua Depok, Rabu (9/5) malam. Anggota Brimob meninggalkan istri yang sedang hamil tua dan tiga anaknya. Demikian Tribrata.com melaporkan dan dimuat Bergelora.com, Jumat (11/5).

 Korban tinggal bersama istri dan anaknya di Kelurahan Sukma Jaya, Kecamatan Tajur Halang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kerabat dan tetangga korban silih berganti berdatangan ke rumah duka. Sejumlah kursi tanpa penutup berjejer di bawah tenda berukuran 6×3 meter.

Usai salat magrib, keluarga dan tetangga menggelar tahlilan di kediaman korban kerusuhan di rutan teroris Mako Brimob Depok.

Sejumlah warga belum mengetahui apakah jenazah Yudi dibawa ke rumah duka di Bogor atau langsung dibawa dan dimakamkan di kampung halamannya di Bumi Ayu, Jawa Tengah.

“Belum terima info. Kabarnya sih langsung dibawa ke Bumi Ayu. Setelah denger kabar itu, istrinya langsung ke RS di Jakarta,” ungkap Hasanah (40), tetangga almarhum Yudi.

Seminggu sebelumnya, lanjut Hasanah, almarhum Yudi sempat meminta kepadanya untuk menjaga tiga anak dan istrinya, Lutfi Hidayah yang tengah hamil tua.

“Dia bilang titip istri ya, karena kan sebentar lagi mau lahiran. Lalu saya tanya emang mau ke mana? Dia jawab mau pulang kampung,” ujar Hasanah meniru ucapan Yudi.

Di mata warga sekitar, Yudi adalah sosok pria yang baik dan ramah. Di waktu senggang, almarhum kerap mengajar ngaji anak remaja di sekitar rumahnya. Terkadang, dia yang mendatangi rumah tetangganya untuk diajarkan mengaji.

“Kebiasaannya kalau waktu senggang begitu. Mau ngajar ngaji remaja di sini,” ucap Hasanah, yang mengenal dekat sosok Yudi.

Almarhum Yudi tinggal bersama istri dan tiga anaknya. Kerabat dan tetangga mengaku belum mengetahui secara persis kronologis gugurnya Yudi dalam insiden kerusuhan yang melibatkan sejumlah tahanan teroris di Mako Brimob Depok.

“Saya masih menunggu kabar. Komunikasi lewat telepon istrinya terputus dari sore,” kata Yusuf, tetangga almarhum.

Pernah Tugas di KPK

Iptu Luar Biasa Anumerta Yudi Rospuji Siswanto juga pernah ditugasi di KPK. Lembaga antikorupsi itu pun turut berduka.

“Kami turut berduka atas gugurnya almarhum Iptu Yudi Rospuji Siswanto. Almarhum adalah anggota Polri yang ditugaskan di KPK untuk pengamanan,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah.

Febri menyebut Yudi pernah diperbantukan di KPK selama 1 tahun terakhir. Yudi membantu KPK, khususnya di bagian pengamanan. Selain itu, Febri mengatakan tim pengamanan KPK sempat melayat ke RS Polri siang tadi.

“Almarhum sudah 1 tahun ini membantu Biro Umum KPK khususnya bagian pengamanan dalam mengamankan kegiatan-kegiatan KPK,” ucap Febri.

“Semoga amal ibadah beliau diterima di sisi Allah SWT,” imbuh Febri

Seperti dikabarkan sebelumnya, Yudi menjadi satu dari lima anggota yang gugur dalam insiden kerusuhan tersebut.

Eksekusi Sadis

Berdasarkan hasil otopsi yang dilakukan oleh Tim Forensik Mabes Polri, lima anggota Polri yang gugur dalam peristiwa kerusuhan di Markas Komando (Mako) Brimob Kelapa Dua Depok, pelaku mengeksekusi kelima korban menggunakan sejata tajam (sajam) dan senjata api.

“Dari hasil otopsi Tim Forensik Mabes Polri mayoritas luka yang diderita oleh kelima petugas adalah sayatan di leher dengan senjata tajam lukanya sangat dalam ada satu orang luka di bagian kepala akibat tembakan,” Ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen M. Iqbal Rabu (9/4) malam.

“Silahkan rekan-rekan menyimpulkan apakah perbuatan itu manusiawi atau tidak. Mayoritas korban dari anggota Polri, ditemukan adanya banyak luka akibat senjata tajam dan juga beberapa tembakan,” tanyanya kepada awak media.

Dari informasi yang dihimpun, adapun hasil indentifikasi yang dilakukan

Tim Gabungan Inafis Bareskrim Polri dan Inafis Polda Metro Jaya terhadap lima anggota Polri korban kasus kerusuhan Napi Teroris di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua yakni.

Anggota Densus 88, bernama Candi Setio Nugroho, mengalami luka sayat pada bagian leher, tembus dari bagian belakang leher sampai dengan tenggorokan, kemudian luka lecet pada alis kiri dan luka terbuka pada pipi kanan.

Anggota Densus 88, bernama Syukron Fadhli, mengalami luka tembak pada kepala bagian kiri, atas telinga tembus ke arah kepala bagian kanan, dan luka lecet pada paha bagian kanan.

Anggota Densus 88, Wahyu Catur Pamungkas mengalami luka sayat pada leher kanan sampai pipi kanan bawah, serta luka pada dagu kanan, dan luka tembak pada dahi bagian kiri.

Anggota Densus 88, Yudi Rospuji, mengalami luka tusuk pada kaki kanan, luka sobek pada belakang lutut, luka sayat pada kaki kiri, luka sobek pada punggung telapak kaki, luka sobek pada jempol kaki kiri, luka bacok terbuka pada pelipis kanan, mata kanan dan kiri, luka bacok pada leher, luka tusuk pada dada kanan dan dada kiri, dan luka bacok pada lengan tangan kanan, siku kanan, tangan kanan atas.

Penyidik Polda Metro Jaya yang ditugaskan pada Densus 88, Denny Setiadi, SH, mengalami luka bacok pada leher bagian belakang, luka bacok pada pipi kiri, bengkak pada bibir, gigi atas lepas dan luka tembak pada dada bagian kanan. (Web Warouw)

Add comment

Security code
Refresh