Hukum
Sinta Melyati darlam Video di Youtube berisi kesaksian dperselingkuhannya dengan Gubernur (non aktif) Ridho Ficardo. Video sempat menyebar dan hilang kini muncul lagi. (Ist)

JAKARTA – Dalam kesaksiannya, Sinta Melyati meminta perlindungan Presiden RI, Joko Widodo dan Kapolri Tito Karnavian atas keselamatan dirinya. Hal ini disampaikan diujung penutup video kesaksian dirinya yang diunggah di Youtube beberapa waktu lalu.

“Saya ingin minta perlindungan pada bapak Presiden Jokowi. Perlindungan dari Pak menteri dan Bapak Kapolri untuk melindungi saya dari Mohammad Ridho Ficardo Gubernur Lampung,” demikian penutup kesaksian Sinta.

Sebelumnya Sinta menjelaskan bahwa dirinya berkali-kali dicari dan diajak bertemu kembali oleh Ridho Ficardo namun dirinya sudah tidak mau lagi bertemu.

“Saya tidak mencintainya lagi. Saya ingin hidup normal kembali. Saya tidak ingin hidup dibayang-bayangi beliau. Saya tidak ingin beliau  mencari saya kembali,” tegasnya.

Sebelumnya dalam petikan kesaksiannya Sinta Melyati menceritakan dirinya memang berpacaran dengan Ridho Ficardo yang saat itu adalah Gubernur Lampung.

“Apa yang dijanjikan beliau (Ridho-red) agar saya mau jadi pacar beliau, belum satupun diwujudkan beliau. Saya dijanjikan akan dinikahi  dan diberikan nafkah,” ujar Sinta Melyati.

Sinta juga menceritakan detil ketika Ridho Ficardo memaksa dirinya berhubungan badan, padahal dirinya sedang berhalangan karena sedang menstruasi.

“Saya berangkat ke Bandung dan tiba jam 4 subuh, beliau masih tetap meminta saya melayani beliau. Beliau tidak peduli saya capek, sakit atau gak bisa pun, beliau tidak peduli dan tetap memaksa saya. Akhirnya walaupun berhalangan, saya dipaksa melayani berhubungan. Itu untuk terakhir kalinya,” kata Sinta dalam kesaksiannya.

Sebelumnya, setelah hilang beberapa saat, Video kesaksian Sinta Melyati tentang pacarnya Gubernur (non aktif) Lampung Ridho Ficardo kembali diunggah seseorang bernama Dian Sarwendah pada hari Rabu (30/2) di www.youtube.com.

Kesaksian Sinta ini dapat ditonton masyarakat dimana saja di link: https://www.youtube.com/watch?v=VG3ZxP1wXeU  dengan judul menarik perhatian: ‘Kesaksian LENGKAP Sinta Melyati soal PENJAHAT KELAMIN’. Saat ini video youtube berdurasi 18.39 menit ini sudah ditonton sebanyak 5.021 kali.

Bukan itu saja, Dian Sarwendah juga menyebarkan video lengkap tersebut dalam format MP 4 dengan link: https://ufile.io/xea8i

Hingga saat ini belum diketahui identitas dari Dian Sarwendah. Namun dirinya meninggalkan pesan yang kuat dibawah ini:

WE WILL NOT BE SILENCED (Kita Tidak Bisa Dibungkam-red).

Dikiranya kita akan diam jika terancam?

Video Baru yang lebih heboh jika views mencapai 100000.

INI BUKAN BLACK CAMPAIGN.

Bagi yang menuduh black campaign sampai menghina2 fisik, ini profil Sinta:

SINTA bukanlah anak orang kaya. Ayahnya hanyalah PNS di dinas perkebunan lampung.

Sinta membiayai kuliahnya sendiri, hanya D3, dengan membuka butik kecil dan kerja serabutan di sana sini, termasuk di pers.

Mobilnya cuma agya yang dibeli dengan keringat sendiri.

Hidupnya kini nelangsa, pasca diobok2 oleh penjahat kelamin berduit dan berkuasa.

Kesaksian ini sempat dibuat utk keperluan hukum dan rapat dengar pendapat di DPR, namun mundur, diduga akibat tekanan pendukung si PK.

Ayah Sinta mundur dari jabatannya menanggung malu dan amarah, tak sudi jadi anakbuah PK yg telah menzholimi putrinya.

SUDIKAH Anda bekerja dibawah perintah orang yg memperlakukan putri ANDA bagai pelacur yg bisa dibuang begitu saja?

TENTUTIDAK.

Sementara itu, Anggota Tim Pemenangan, M Ridho Ficardo - Bachtiar Basri, Yandri Nazir di Bandar Lampung enggan mengomentari adanya video pengakuan Sinta Melyati. "Saya enggak berkomentar lah soal itu," ungkap dia saat dihubungi, Minggu (3/6).

Anggota DPRD Lampung inipun mengarahkan untuk membicarakan hal lain.

"Kita ngobrolin yang lain saja lah," ucapnya.

Dibela Bawaslu

Sebelumnya, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Lampung meminta pihak kepolisian dan Kominfo Provinsi Lampung untuk menelusuri dan mengusut tuntas oknum yang menyebarkan video yang diindikasi sebagai bahan politik hitam (Black Campaign) untuk menjatuhkan salah satu pasangan calon (paslon) gubernur – wakil gubernur di pilgub 27 Juni 2018 mendatang.

“Kita mendorong itu pihak kepolisian dan kominfo untuk dapat menilisik dan menelusuri video itu supaya tidak menimbulkan prasangka dan asumsi negatif di masyarakat Lampung. Mereka juga memiliki peralatan yang canggih dan lebih memahami teknologinya,” kata Komisioner Bawaslu Provinsi Lampung, Ade Asyari, Kamis (31/5).

Pihaknya menyayangkan adanya unggahan video berjudul pengakuan Sinta Melyati berdurasi sekitar 18.39 menit itu beredar luas di media sosial dan bisa diakses oleh semua pihak. ”Kita sayangkan itu,” ucapnya. (*)

Add comment

Security code
Refresh