Hukum
Sinta Melyati dan Ridho Ficardo dalam sebuah meme. (Ist)

BANDAR LAMPUNG – Komite Pemilihan Umum (KPU) Lampung mengumumkan penetapan hasil Pilkada Lampung 2018 di Hotel Novotel, Bandar Lampung, Minggu (12/8). Setelah keputusan Mahkamah Konstitusi dan Bawaslu RI yang menolak gugatan calon –calon gubernur yang kalah, Ridho Ficardo dan Herman HN, KPUN mengumumkan penetapan kemenangan pasangan Arinal Djunaidi dan Chusnunia dalam Pilkada 27 Juni 2018 lalu.

“Dengan kekalahan petahana Ridho Ficardo maka membuka peluang lagi untuk mengusut kasus kekerasan seksual yang ia lakukan pada Sinta Melyati, yang selama ini ditutupi oleh aparat kepolisian,” hal ini disampaikan oleh Icha Novita, Barisan Rakyat Peduli Lampung (BRPL) kepada Bergelora.com di Bandar Lampung, Minggu (12/8).

Selama ini menurutnya, Gubernur Ridho telah berhasil menutupi kasus tersebut walaupun sudah pernah dilaporkan ke DPR-RI dan Mabes Polri.

“Itukan karena Ridho menggunakan kekuasaannya untuk menutupi aib di dirinya, tapi mempermalukan seluruh masyarakat Lampung,” ujarnya.

Menurutnya dengan penetapan Arinal Djunaidi dan Chusnunia sebagai pemenang Pilkada Lampung, artinya Gubernur Ridho tidak memiliki lagi kekuasaan untuk menutup kasus kekerasan seksual yang sudah menjadi rahasia umum.

“Masyarakat Lampung perlu mendapatkan kejelasan terhadap kasus ini, agar jangan aib tersebut terus menerus menimpa masyarakat Lampung. Upaya hukum harus segera dilakukan dengan membuka kembali kasus ini,” ujarnya.

Ia berharap pihak kepolisian segera memanggil Sinta Melyati dan semua saksi yang terlibat mengetahui langsung kasus kekerasan seksual  yang dilakukan Ridho Ficardo terhadap Sinta Melyati.

“Polisi jangan diam. Segera panggil Sinta Melyati dan semua yang terlibat dan mengetahui hubungan Ridho Ficardo dan Sinta serta perristiwa kekerasan seksual tersebut,” tegasnya.

Icha juga mengingatkan bahwa kesaksian video Sinta Melyati yang beredar di Youtube bisa dijadikan dasar awal untuk memeriksa kasus kekerasan tersebut.

“Video kesaksian Sinta Melyati yang sudah beredar di masyarakat seharusnya menjadi dasar pemeriksaan oleh pihak kepolisian. Agar masyarakat melihat keseriusan aparat dalam menangani kasus kekerasan seksual oleh pejabat publik,” ujarnya.

Semua pihak yang punya peduli terhadap kekerasan seksual terhadap Sinta Melyati menurutnya harus mendorong terjadinya proses hukum yang terbuka sehingga menjadi terang benderang.

“Pihak keluarga baik keluarga Sinta Melyati, ataupun keluarga ibu Yustine istri Ridho Ficardo bisa membuat laporan polisi untuk mempermudah dan mempercepat proses pengungkapan kasus kekerasan ini,” katanya. (Salimah)

Add comment

Security code
Refresh