Hukum
Ratna Sarumpaet. (Ist)

JAKARTA - Aktivis Ratna Sarumpaet dikabarkan ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (4/10) malam saat akan melarikan diri ke luar negeri. Saat ini Ratna telah menjadi tersangka dalam kasus penyebaran hoax. Hal ini dibenarkan oleh Kahumas Polri Irjen Pol Setyo Wasito kepada media.

“Imigrasi menangkap Ratna di Soekarno Hatta. Memang dia kita pantau karena sudah ada surat penetapan sebagai tersangka dalam kasus penyebaran hoax,” ujarnya.

Saat ini menurutnya Ratna sedang dibawa dari Bandara Soekarno Hatta ke Polda Metro Jaya.

“Kami dapat kabar Ratna sudah sedang menuju ke Polda Metro Jaya,” katanya.

Beredar kabar selain Ratna Sarumpaet ada 4 orang lainnya lagi yang sudah dijadikan tersangka dalam kasus penyebaran Hoax.

“Kami perlu cek lagi info tersebut ke Polda siapa lagi yang jadi tersangka,” katanya.

Sebelumnya, Ratna Sarumpaet berencana terbang ke luar negeri lewat Bandara Soekarno Hatta. Namun, pihak kepolisian menangkap ibunda dari aktris Atiqah Hasiholan itu lantaran statusnya sudah tersangka.

"Tangkap, ya tersangka," tutur Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono kepada pers, Kamis (4/10) malam.

Hanya saja, Argo tidak menjelaskan kasus yang menjadikan Ratna Sarumpaet sebagai tersangka.

Sementara, Kapolres Metro Bandara Soetta AKBP Victor Togi Tambunan menyebut, pihak kepolisian masih menahan Ratna Sarumpaet di Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta.

"Sendiri," ujar Victor.

Dia mengaku mendapat perintah untuk mengamankan Ratna Sarumpaet. Rencananya, dia akan meninggalkan Indonesia sekitar pukul 21.00 WIB.

"Ke Chile. Jadi karena kami dapat informasi akan bernangkat malam ini, sehingga kami cegah," kata Victor.

Kepada Bergelora.com dilaporkan, sebelumnya Ratna Sarumpaet menjadi pemberitaan media massa di tanah air dan buah bibir masyarakat luas. Dia mengaku telah menciptakan berita bohong alias hoax terkait penganiayaan yang dialaminya di Bandung, Jawa Barat, pada 21 September 2018.

Padahal kabar penganiayaan itu telah disiarkan luas oleh rekan yang juga sejumlah tokoh politik serta kerabat. Di antaranya adalah pasangan capres dan cawapres Prabowo Subianto dan Snadiaga Uno.

Pengakuan diberikan Ratna Sarumpaet pada Kamis 3 Oktober 2018, tak lama setelah Polda Metro Jaya membeberkan sejumlah kejanggalan dari kabar penganiayaan tersebut. Belakangan diketahui kalau wajah lebam Ratna Sarumpaet karena yang bersangkutan menjalani bedah estetika di rumah sakit khusus operasi plastik di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. (Web Warouw)

Add comment

Security code
Refresh