Hukum
Mohamad Nasir, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi. (Ist)

BANDAR LAMPUNG- Melalui kuasa Hukum nya, Indra Firsada, S.H.,M.H., dan Hendri Adriansyah SH,MH. Dosen Maruly mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum kepada Rektor Unila dan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi di Pengadilan Negeri Bandar Lampung

Adapun dasar gugatan adalah  pada tanggal 7 Maret 2018 dosen Maruly telah diberhentikan sementara dari PNS oleh Rektor yang bertindak dan atas nama Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

Kepada Bergelora.com dilaporkan, berdasarkan Pasal 281 ayat 2 dan 3 Peraturan Pemerintah No.11 tahun 2017 tentang Manajemen PNS secara tegas disebutkan bahwa PNS yang diberhentikan sementara diberikan uang pemberhentian sementara yang besarnya 50% dari penghasilan jabatan terakhir sebagai PNS sebelum diberhentikan sementara. Sejak bulan Juni hingga September Dosen Maruly tidak menerima pengahasilan sama sekali.

Selain tidak mendapatkan penghasilan sama sekali Dosen Maruly juga tidak memperoleh Tunjangan Hari Raya tahun 2018. Padahal berdasarkan Pasal 2 ayat 1 dan 2 Peraturan Pemerintah No.19 Tahun 2018 tentang Pemberian Tunjangan hari Raya dalam Tahun Anggaran 2018 kepada PNS, Prajurit TNI, Anggota Polri, Pejabat Negara, Penerima Pensiun dan Penerima Tunjangan diberikan THR dalam Tahun Anggaran 2018, termasuk PNS, Prajurit TNI dan Anggota Polri yang diberhentikan sementara.

“Atas perbuatan para tergugat yang tidak membayar uang pemberhentian sementara sejak bulan Juni sampai Sepember, Dosen Maruly mengalami kerugian Rp.28.992.168. Perbuatan Rektor dan Menteri sebagaimana diatas masuk dalam kategori PERBUATAN YANG BERTENTANGAN DENGAN HAK ORANG LAIN selain merupakan KESALAHAN YANG DISENGAJA,” demikian Indra Firsada menegaskan.

Melalui kuasa hukumnya dosen Maruly mengatakan bahwa dirinya mendidik mahasiswa dengan organisasi, mendidik penguasa dengan perlawanan!

“Maruly tidak berhenti pada gugatan ini saja, akan ada gugatan susulan dalam waktu dekat ujar Indra Firsada yang di hubungi lewat selular,” katanya. (Salimah)

Add comment

Security code
Refresh