Hukum
Pesawat Lion Air yang kerap kecelakaan. (Ist)

JAKARTA- Kecelakaan Lion Air, itu terjadi, sangat potensial karena kualitas pilot tidak terus di upgrade tentang kedaruratan, apalagi mesin pesawat yang canggih pada kelasnya. Perusaahaan Penerbangan Lion "santai" karena hampir sampai saat ini pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan tidak pernah memberikan sanksi kepada Lion dari sekian jumlah pelanggaran penerbangan. Bahkan terkesan Pemerintah "takut" pada perusahaan Lion Air. Hal ini disampaikan Kandidat doktoral di Universitas Brawijaya, Hermawanto, SH kepada Bergelora.com di Jakarta, Rabu (14/11).

“Supaya ada efek jera, maka konsumen bisa dan perlu menuntut Lion Air,” tegasnya praktisi hukum ini.

Sebagai akademisi, Hermawanto mengingatkan, posisi KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) tidak bermanfaat, bahkan terkesan sebagai lembaga "pencucian" kesalahan penerbangan. Padahal KNKT adalah sebuah lembaga pemerintahan nonstruktural Indonesia yang melaksanakan tugas dan fungsi investigasi kecelakaan transportasi, agar ada perbaikan dalam sistim keselamatan penerbangan.

“KNKT selalu menutupi fakta yang ada. Semua pihak menunggu hasil investigasi KNKT. Padahal KNKT tidak pernah mengeluarkan hasil yang optimal,” katanya.

Rekomendasi KNKT menurutnya selalu hanya himbauan semata sehingga tidak memberikan efek jera pada pemilik perusahaan penerbangan. Sehingga masyarakat konsumen penerbangan Indonesia tidak memiliki jaminan keselamantan saat menggunakan transportasi udara.

“KNKT tidak ada manfaatnya untuk perbaikan keselamatan transportasi khususnya penerbangan Indonesia,” tegasnya.

Para keluarga korban menurut mantan publik advokat di YLBHI ini, --harusnya dapat santunan yang lebih besar tidak sekedar ketentuan normatif dalam peraturan penerbangan, tapi termasuk penggantian sosial yang timbul dengan meninggalnya korban.

“Perbedaan perlakuan sebagai sesama korban, seperti para pegawai negeri sipil mendapat tambahan dari negara. Sementara para pihak swasta tidak mendapatkan tambahan. Ini mengesankan adanya perlakuan yang berbeda pada korban. Padahal semuanya sama-sama korban kebobrokan sistim transportasi udara,” tegasnya.

Hermawanto sedang menyiapkan gugatan publik atas nama konsumen terhadap Lion Air dan kementerian Perhubungan.

“Kita bisa gugat Lion Air dan Kementerian Perhubungan yang gagal memberikan rasa aman dalam transportasi penerbangan, dan menuntut ijin Lion dicabut,” tegasnya geram. (Web Warouw)

Add comment

Security code
Refresh