Politik
Presiden Jokowi dan Yusril Ihza Mahendra seusai membicarakan bagaimana membangun Indonesia 2019-2024 akan datang. (Ist)

JAKARTA - Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra memastikan partainya akan mendukung pasangan capres Joko Widodo dan cawapres Ma'ruf Amin.

Hal tersebut diungkapkan Yusril seusai bertemu dengan Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Jumat (30/11), dimana PBB akan akan melangsungkan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada awal Januari 2019.

"Insya Allah nanti akan diputuskan bulan Januari, nanti akan ke sana arahnya (dukung Jokowi-Ma'ruf), kan sudah sama-sama," ujar Yusril.

Menurut Yusril yang juga sebagai advokat pasangan nomor urut satu, dirinya sudah berbicara dengan semua pimpinan PBB dan tidak ada satupun yang melakukan penolakan dalam mendukung Jokowi-Ma'ruf dalam Pilpres 2019.

"PBB tentu ada dinamika, ada pro an kontra, biasalah, karena itu kami mengatakan nanti ada rapat koordinasi nasional bulan Januari, jadi sudah panjang waktunya," papar Yusril.

Sementara itu, Calon legislator (caleg) PBB Novel Bamukmin langsung bereaksi panik, menyebut Yusril telah melakukan kezaliman dan membuat dirinya merasa tertipu.

"Sudah jelas YIM mempertegas kemunafikan dan kezaliman dan menjalankan politik mungkarnya dengan menipu umat Islam, kader, dan calegnya," kata Novel kepada media, Jumat (30/11) secara terpisah.

PBB Lebih Moncer Dukung Jokowi

Berbeda dengan masyarakat umum, Aan Rusdianto dari Jejaring Anti Kebohongan (JAB) menyatakan bahwa sebagai Ketua Umum Partai Bulan Bintang, Yusril Ihza Mahendra sudah menunjukkan jalan partai yang tepat dengan mendukung  Jokowi-Ma’aruf.

“Partai Bulan Bintang adalah partai historis yang makan asam garam. Yusril mampu memilih jalan yang benar. Tidak mungkin Yusril membawa partai sebesar PBB ke jurang kekalahan,” ujarnya kepada Bergelora.com di Jakarta, Sabtu (1/12).

Dengan mendukung Jokowi-Ma’aruf maka para caleg Partai Bulan Bintang akan lebih berpeluang mendapat dukungan masyarakat umum, karena mayoritas rakyat jelas memilih Jokowi-Ma’aruf ketimbang Prabowo Sandi.

“Bisa-bisa caleg-caleg PBB akan mengalahkan PAN dan PKS dan bersaing dengan PKB dan PPP merebut hati umat Islam dalam pemilihan calon legislatif,” ujarnya.

Menurutnya justru sekarang, caleg-caleg PBB menunjukkan bahwa mereka memang nasionalis dan lebih mementingkan kepentingan bangsa dan negara ketimbang kepentingan kelompoknya sendiri.

“Pandangan seperti Novel Bamukmin yang berbasis sektarianisme sudah sulit diterima dalam masyarakat luas dan dapat dipastikan tidak akan mendapatkan dukungan alias menjadi caleg gagal,” ujarnya.

Sementara itu juga Ajianto Dwi Nugroho Relawan Jogyakarta For Jokowi (JOJO) dari Yogyakarta menjelaskan bahwa sebagai seorang ahli hukum tatanegara tentu saja Yusril akan melihat kontestasi politik 2019 harus diabdikan untuk kepentingan bangsa dan bukan semata-mata untuk kepentingan partai.

“Sikap Yusril dalam memimpin PBB ini yang harus menjadi contoh bagi partai-partai yang lain. Karena Yusril dapat menangkap elan rakyat Indoneia yang menginginkan Jokowi kembali memimpin Indoneia. PBB akan lebih moncer ketimbang partai-partai yang lain," jelasnya. (Web Warouw)

Add comment

Security code
Refresh