Politik
Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin, Erick Thohir . (Ist)

JAKARTA- Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin, Erick Thohir mengatakan negara ini akan mundur kalau dipimpin Prabowo Subianto, karena setiap kali Prabowo maju atau memimpin sesuatu, pasti gagal. Hal tersebut disampaikan Erick Thohir menjawab tudingan kubu Prabowo yang selalu pesimis dengan kepemimpinan Jokowi, dikutip Bergelora.com dari Tagar.com di Jakarta, Jumat (21/12)

Erick juga mengatakan Prabowo Subianto selalu mencari-cari kesalahan lawannya.

"Pak Prabowo itu selalu ngomong hal-hal yang pesimis, hal-hal yang membuat orang takut, resah dan galau. Itu karakter kepemimpinan Prabowo termasuk juga ke pendukungnya sendiri," ujar Erick Thohir di Makassar, Kamis (20/12).

Erick juga menandaskan, kalau Prabowo memimpin negeri ini justru pembangunan akan mundur karena Prabowo itu sepanjang kariernya selalu gagal.

"Negara ini akan mundur kalau dipimpin Prabowo karena sepanjang kariernya dia belum pernah sukses. Dia gagal terus. Dia gagal menjadi militer yang baik karena dia dipecat, kemudian dia gagal menjadi calon ketua umum dan calon presiden dari Partai Golkar, dia juga gagal ketika mencalonkan jadi presiden dari partainya sendiri. Jadi, Prabowo itu selalu gagal," terang Erick.

Bahkan bukan hanya gagal menjadi presiden, lanjut Erick, dalam catatan kariernya Prabowo juga diduga pernah melakukan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).

"Catatan hitam dalam sejarah hidupnya banyak. Terutama catatan-catatan kekerasan dan dugaan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang akut. Itu yang menurut saya sulit untuk dia bisa memimpin Indonesia dan membawa negara ini menjadi maju. Yang ada paling bagus ya jalan di tempat kalau dipimpin Prabowo," kata Erick lagi.

Menurutnya, seseorang untuk menjadi pemimpin bukan persoalan visi semata, tetapi harus memiliki pengalaman.

"Prabowo mungkin memiliki visi untuk menjadi seorang pemimpin, tetapi yang terpenting dalam memimpin itu adalah pengalaman, track record kepemimpinan. Dibanding dengan Jokowi itu jauh sekali," terangnya.

Seperti diketahui karier Jokowi memang sangat gemilang, sukses menjadi Wali Kota Solo dua periode, begitupun ketika Jokowi menjabat sebagai Gubernur DKI bersama wakilnya, Ahok. Banyak terobosan mereka berdua yang membuat Jakarta maju.

"Pak Jokowi itu jauh sekali bedanya dengan Prabowo. Jokowi itu lahir dari rakyat jelata, dia buka usaha. Baik usaha kecil sampai dia kemudian menjadi Wali Kota Solo. Dia menjadi Wali Kota Solo bagus. Zaman Solo terbaik itu zaman Pak Jokowi, bahkan di periode keduanya menjadi Wali Kota Solo, dia memperoleh suara 90 persen tanpa menggunakan uang. Lalu dia jadi Gubernur DKI Jakarta. Ketika jadi gubernur juga dahsyat," jelas Erick. (Web Warouw)

Add comment

Security code
Refresh