Politik
Orang tua Andi Arief, KH Arief Mahya ketika ditemui Wartawan di Pahoman, Bandar Lampung, Jumat (4/1). (Ist)

BANDAR LAMPUNG-  Polda Lampung mencari Andi Arief sehubungan dengan twitnya tentang 7 kontainer berisi surat suara yang sudah dicoblos. Anehnya, Polda Lampung mencari Andi di rumah orang lain.

Keluarga Sekjen Partai Demokrat Andi Arief  membenarkan kedatangan petugas dari Polda Lampung  ke bekas rumah Andi Arief di Jalan Perkutut Kedaton, Bandar Lampung, Kamis (3/1).

"Iya kami dengar rumah Andi Arief yang di Kedaton itu didatangi tim dari Polda, tapi itu bukan rumah bang Andi lagi, karena sudah dijual dari 2014 lalu, " kata, Rachmat Husen dari Partai Rakyat Demokratik (PRD) saat ditemui wartawan  di kediaman orangtua Andi Arief di Jalan Pakis Kawat Enggal, Jumat (4/1).

Sebelumnya, Andi Arief mengaku rumahnya yang berada di Lampung digeruduk oleh dua mobil kepolisian. Hal itu disampaikan Andi Arief melalui Twitter miliknya, @AndiArief__, Jumat (4/1/2019).

Ia mengatakan ada dua mobil Polda yang mengaku dari Cyber mendatangi rumahnya. Politisi Demokrat ini pun meminta bantuan pada Kapolri agar tidak melakukan hal tersebut. Andi Arief mengatakan dirinya akan bersedia hadir apabila dipanggil oleh pihak kepolisian.

Selain pada Kapolri, Andi Arief juga menuliskan dirinya meminta bantuan pada Presiden.

"Rumah saya di lampung digerudug dua mobil Polda mengaku cyber. Pak Kapolri, apa salah saya. Saya akan hadir secara baik-baik kalau saya diperlukan. Pak Kapolri, jangan kejam terhadap rakyat. Salah saya apa,” twit Andi Arief.

“Kenapa saya hendak diperlakukan sebagai teroris. Saya akan hadir jika dipanggil dan diperlukan. Ini bukan negara komunis. Penggerudukan rumah saya di Lampung seperti negara komunis. Mohon hentikan Bapak Presiden," tulis Andi Arief.

Kepada Bergelora.comk dilaporkan sebelumnya nama Andi Arief kembali menjadi polemik setelah dirinya menuliskan soal hoaks 7 kontainer surat suara telah dicoblos di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (2/1).

Namun, Andi Arief ketika dikonfirmasi menegaskan jika kicauannya itu hanya berupa imbauan agar ada pihak yang melakukan pengecekan terkait kabar tersebut.

"Saya mengimbau supaya dilakukan pengecekan," ujar Andi Arief, Kamis (3/1).

Andi Arief menegaskan, hal tersebut sudah jelas tertulis di twit yang ia buat.

Andi Arief menyayangkan ada pihak-pihak yang justru menuding bahwa dirinya adalah penyebar hoaks.

Sementara itu, Kabareskrim Polri Komjen Pol Arief Sulistyanto mengatakan akan memanggil semua pihak yang terkait dengan kasus hoaks surat suara ini.Semua pihak itu, termasuk Andi Arief.

"Semua pihak yang berkaitan dengan beredarnya isu pasti akan dilakukan proses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, siapapun dia," ujar Arief Sulistyanto di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (3/1/2019).

Selain itu, Arief Sulistyanto menegaskan, pihaknya masih terus melakukan investigasi dan men gidentifikasi rekaman yang beredar.

"Dari tadi malam sudah investigasi, saya juga dapat info dari teman-teman media juga. Masih diidentifikasi, kalau teman-teman tahu itu siapa, lapor kepada saya, segera saya dalami," tegasnya.

Tak hanya Arief Sulistyanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono juga mengatakan, pihaknya akan mencari tahu pelaku yang pertama kali menyebarkan informasi bohong itu.

"Tentunya kami akan melakukan penyelidikan oleh tim cyber. Nanti kami akan mencari siapa yang pertama kali meng-upload, nanti siapa yang pertama dan di mana," ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Kamis (3/1) kepada pers.

Menurut Argo, pihaknya telah meminta penjelasan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang telah memastika bahwa informasi itu tidaklah benar.

"Jadi diimbau kepada masyarakat untuk arif dan untuk saring pemberitaan itu. Dicek dulu sumbernya dari mana, kemudian baru kita tahu apakah itu boleh di-share atau tidak," ujar Argo. (Salimah)

Add comment

Security code
Refresh