Politik
Ratri W. Mulyani, Ketua Umum Forum Nasional Perempuan Bhinneka Tunggal Ika. (Ist)

JAKARTA – Pihak Kepolisian diminta untuk segera menindak lanjuti kasus penyebaran hoax adanya 7 kontainer surat suara di Tanjung Priok. Agar masyarakat menjadi jelas siapa yang membuat dan menyebarkan hoax sebelum Andi Arief melaporkan informasi tersebut lewat media sosial twitter. Hal ini disampaikan Ratri W. Mulyani, Ketua Umum Forum Nasional Perempuan Bhinneka Tunggal Ika kepada Bergelora.com di Jakarta, Sabtu (5/1)

“Yang pasti, cuitan Andi Arief justru lebih banyak menguntungkan calon Presiden Jokowi, karena cuitan itu membuat rakyat semakin sadar dan memilih Jokowi,” ujarnya.

Ia ceritakan kebanyakan kaum perempuan  yang tadinya ragu untuk mendukung Joko Widodo untuk menjadi Presiden 2019-2024 beberapa hari setelah hoax 7 kontainer terungkap dimasyarakat, menjadi yakin untuk mendukung Jokowi.

“Semua laporan ke Fornas menunjukkan kaum perempuan kini sadar bahwa pihak lawan selalu berupaya untuk menjatuhkan Jokowi dengan menciptakan kebohongan-kebohongan. Bahkan beberapa caleg dan kader partai-partai pendukung Prabowo Sandi mengeluh kepada kami dan berjanji mendukung Joko Widodo secara diam-diam,” ujarnya.

Ratri Mulyani memuji Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Polri yang dengan cepat menangani laporan Andi Arief di twitter.

“KPU sudah periksa ke lokasi ternyata informasi itu hoax. Polri segera memeriksa dan mencari penyebar hoax di media sosial. Kegagalan pihak lawan justru membuktikan keberhasilan pemerintahan Presiden Jokowi dalam menangani hoax,” jelasnya.

Ia juga berterima kasih dan  memuji Andi Arief yang cepat melaporkan lewat informasi kontainer itu untuk segera diperiksa kebenarannya, dan segera ditindak lanjuti oleh KPU mendatangi lokasi.

“Dicuitannya Andi sudah menjelaskan pentingnya pengecekan informasi kontainer itu untuk menghindari fitnah pada Jokowi. Walau berbeda dukungan tapi Andi Arief telah membersihkan masa depan demokrasi dari hoax demi Pemilu 2019 yang bersih dan pemerintah yang akan datang,” ujarnya.

Ratri mendukung agar polisi segera memanggil Andi Arief untuk melengkapi pemeriksaan hoax dan penyebarannya.

“Biar terungkap cepat, siapa otak dibalik hoax selama ini dan rakyat bisa memilih calon presiden dan wakilnya yang benar-benar bisa membawa Indonesia lebih maju dan sejahterah,” tegasnya. (Web Warouw)

Add comment

Security code
Refresh