Politik
Presiden Joko Widodo dan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan (PKB), Dita Indah Sari. (Ist)

JAKARTA -  Wakil Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan (PKB), Dita Indah Sari memastikan Sekjen Partai Demokrat, Andi Arief tidak bermaksud buruk saat melaporkan adanya informasi temuan 7 kontainer surat suara yang sudah dicoblos. Hal ini ditegaskannya kepada Bergelora.com di Jakarta, Sabtu (5/1)  

“Saya kenal Andi Arief. Saya yakin dia tidak bermaksud buruk. Tapi karena kasus ini sudah bergulir ke polisi, biar dibuktikan saja,” tegasnya.

Andi Arief dan Dita Indah Sari sama-sama pernah menjadi korban penjara Orde Baru saat melawan Soeharto. Andi Arief di culik dan dipenjara oleh Tim Mawar bentukan Letjend (Purn.) Prabowo Subianto yang pernah menjabat Komandan Kopassus dan Komandan Kostrad. Sebelumnya, Dita Indah Sari ditangkap dan dipenjara karena memimpin pemogokan buruh di Tandes, Surabaya pada tahun 1996.

Sebelum diculik, Andi Arief pernah memimpin Partai Rakyat Demokratik (PRD) 1996-1997 dari Bawah Tanah melawan Orde Baru setelah Ketua Umum PRD Budiman Sudjatmiko ditangkap dan dipenjara Soeharto. Dita Sari Indah Sari pernah menjabat sebagai Ketua Umum PRD pada tahun 2005 menggantikan Haris Rusli Moti.

PKB Mendukung

Sebelumnya, Dita Indah Sari, Jumat (4/1) mengatakan bahwa Isu hoax tujuh kontainer surat suara yang telah dicoblos dianggap sudah meresahkan masyarakat. Isu tersebut berpotensi menganggu proses pemilihan umum (pemilu) yang akan berlangsung beberapa bulan mendatang.

"Isu hoax itu harus diusut karena ini menimbulkan keresahan di masyarakat. Kami partai pendukung pemerintah menyerahkan kasus itu ke polisi," ujar Dita.

Dita mendukung langkah Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang telah melaporkan isu hoaks tujuh kontainer surat suara kepada pihak kepolisian dalam hal ini Bareskrim Polri.

Ia berharap polisi dapat mengusut tuntas kasus hoaks tujuh kontainer surat suara yang telah dicoblos tersebut.

"Kemarin KPU sudah lapor ke Bareskrim, kita dukung langkah itu. Sekarang 'bola' ada di tangan polisi," tutur Caleg DPR RI Dapil Sumut 1 itu.

Masih kata Dita, menurutnya hoax saat ini sudah sangat meresahkan. Ia mengingatkan bahwa jangan karena Pilpres membuat orang kehilangan akal sehat.

Dikatakannya, pihak yang membuat hoaks adalah orang jahat, sedangkan yang membagikan merupakan orang bodoh.

"Dan orang yang percaya adalah lebih bodoh lagi," tegasnya.

Dita pun mengajak para politikus untuk bersaing secara sehat dalam kontestasi demokrasi. Karena menurutnya, para politikus merupakan pemain utama dalam kontestasi demokrasi.

"Kita harus biasakan tahan jempol, tahan kata-kata dan mulut. Kalau memang informasi belum tentu benar jangan dikomen atau dishare," tandasnya. (Web Warouw)

Add comment

Security code
Refresh