Politik
Ikhyar Velayati Harahap, Ketua Forum Aktifis 98 Sumatera Utara. (Ist)

MEDAN –Sutradara yang berada di belakang isu hoax 7 Kontainer yang sedang diperiksa pihak Polri ini adalah kelompok konservatif bersekutu dengan gerakan Ultra Nasionalis. Pihak Polri diminta untuk segera bisa membongkar persekutuan jahat menentang demokrasi dalam Pemilu 2019 ini. Hal ini ditegaskan oleh Ikhyar Velayati Harahap, Ketua Forum Aktifis 98 Sumatera Utara kepada Bergelora.com di Jakarta, Selasa ( 6/1)

“Karena dibuat oleh kelompok yang rasis anti China dan penyebarannya masif dikalangan umat Islam di kota sampai desa-desa,” tegasnya.

Seandainya hoax 7 kontainer ini tidak segera di antipasi, besar kemungkinan skenario pendelegitimasian Jokowi sebagai kontestan pemilu akan berhasil, dan jikapun menang maka potensi perang sauadara akan terjadi seperti di suriah. Karena dua kekuatan umat Islam akan berhadap-hadapan dalam mempertahankan sikap dan posisi politik pasca Pemilu 2019.

“Sutradara dari grand skenario ini membonceng pemilu demokratis untuk tujuan yang anti demorasi,“ tegas Ikhyar.

Menurutnya, kebohongan (hoax) tentang tujuh kontainer yang berisi surat suara memang didesain dengan sistimatis, terstruktur dan massif dengan tujuan delegitimasi KPU  yang bermuara pada deligitimasi pemerintah yang sah saat ini.

“Hal ini terlihat dari konten, pola, metode dari penyebaran isu serta dampak yang terjadi setelahnya, “ ujar Ikhyar

Ikhyar menjelaskan pilihan kata dalam rekaman suara tentang surat suara dicoblos menyebutkan dari negara China memang bertujuan untuk membangkitkan kebencian dan kemarahan massa.

“Apalagi memori dan alam bawah sadar massa sudah lama dicekoki  China dan Komunis di belakang pemerintahan Jokowi. Pesan yang ingin di sampaikan dalam rekaman video tersebut bahwa China dan komunis membantu Jokowi dalam melakukan kecurangan Pemilu,“ ungkap Ikhyar Velayati.

3 Tujuan

Jika skenario isu hoax ini berhasil maka sang sutradara akan mendapat beberapa keuntungan kata Ikhyar. Pertama elektabilitas Jokowi akan tergerus sampai pada titik nol dalam pemilu 2019.

“Kedua sebagai antisipasi jika Jokowi menang pemilu, maka isu kecurangan Pemilu menjadi landasan hukum dan politik untuk mendeligitmasi pemerintahan hasil pemilu 2019. Muaranya pemberontakan atau coup d’etat secara ilegal,” jelasnya.

Ketiga menurutnya, dalam proses tahapan pemilu saat ini, isu hoax 7 kontainer dianggap efektif mengintrupsi pandangan negatif umat islam terhadap capres yang menolak Test baca Al Qur’an dan sholat yang dikumandangkan Ikatan Da’i Aceh.

“Diharap isu 7 kontainer ini bisa mengembalikan citra salah satu capres yang sedang terpuruk ke jurang kehancuran karena ketahuan tidak bisa baca Al-Quran,” papar ikhyar. (Sugianto)

Add comment

Security code
Refresh