Politik
Yusril Ihza Mahendra, Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang. (Ist)

JAKARTA- Ternyata akhirnya Rizieq Syihab, Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) meragukan keislaman calon presiden Prabowo Subianto. Hal ini diungkapnya dari Arab Saudi kepada oleh Ketua Umum Partai Bulan Bintang, Yusril Ihza Mahendra. Yusrilpun menyampaikan pernyataan Rizieq ini dalam wawancaranya di channel youtube Medcom.id dalam durasi 50 menit yang diakses Bergelora.com, Rabu (20/2).

Dalam Video berjudul ‘Yusril Blakblakan Soal Jokowi dan Prabowo’ https://youtu.be/TcIAUemqqSY yang diunggah Kamis, 14 Februari 2019 ini, ahli hukum tatanegara ini menceritakan dirinya sempat menghubungi Habib Rizieq via telpon menanyakan soal Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno, padahal keputusan Ijtima Ulama yang merekomendasikan Ustad Somad atau Habib Salim untuk mendampingi Calon Presiden Prabowo Subianto  sebagai calon wakil presiden.

“Tapi yang dipilih malah pedagang Sandiaga Uno. Koq jadi begini ceritanya. Saya komunikasi dengan Habib Rizieq. Habib Rizieq mengatakan,-- yah sengaja kita harus pasang ulama. Karena Prabowo itu Islamnya gak jelas,”  terang Yusril pada menit ke sembilan dalam video itu.

Yusril melanjutkan, “Jadi bagaimana ini bib, koq yang dipilih malah pedagang? (Habib Rizieq mengatakan-red),---ya sudah kita bikin Ijtima yang kedua,” Yusril mengutip Rizieq.

Yusril akhirnya menunggu Ijtima yang kedua sambil mengingatkan agar Ijtima yang kedua dilakukan secara hati-hati, karena Rizieq mengajukan NKRI Bersyariah.

“O Kita mau bikin pakta integritas, apakah prabowo tanda tangan,” kata Yusril mengutip Rizieq lagi. Yusril mengingatkan orang akan bertanya, apakah Prabowo ikut ulama atau ulama ikut Prabowo.

“Tapi ternyata Ijtima kedua isinya seperti itu. Ada yang gak puas saya dengar,” kata Yusril.

Dalam wawancara itu Yusril juga mengatakan bahwa pilpres ini tidak dihadapkan pada persoalan akidah apalagi dikaitkan dengan Ijtima ulama.

“Saya punya pendapat yang berbeda. Kedua (capres) nya dan wakilnya muslim. Bahkan dikubu pak Jokowi ada seorang ulama yang tidak seorangpun meragukan keulamaannya,” katanya.

Yusril menjelaskan pihaknya sudah lama menimbang-nimbang untuk memilih antara  Jokowi atau Prabowo sehingga Partai Bulan Bintang memutuskan memilih Jokowi.

“Malah pak Jokowi lebih paham dan mengamalkan Islam dari pak Prabowo. Tapi siapapun yang terpilih, bangsa ini (harus) aman sejahtera. Islam diuntungkan. PBB selamat. Bekerja sama tentunya lebih baik dengan Jokowi-Ma’aruf dari pada dengan Prabowo Subianto,” tegas Yusril.

Awalnya di depan pembawa acara, Abdul Kohar,-- Yusril Ihza Mahendra bercerita tentang proses pemilihan Presiden yang ketika itu masih dipilih oleh anggota MPR. Selain berbicara tentang proses pemilihan Presiden tahun 1999 silam, dalam tayangan berdurasi 50 menit tersebut, Yusril Ihza Mahendra juga bercerita tentang banyak hal termasuk soal Amien Rais.

Malam Munajat 212

 

Sementara itu beredar juga video yang berisikan seruan Habib Rizieq yang mengajak umat Islam untuk meramaikan Monas pada acara Malam Munajat 212 pada Kamis (21/2).

“Untuk mengetuk pintu rahmat Allah meminta keselamatan agama, bangsa dan negara tercinta Republik indonesia. Kita amanatkan seluruh elemen bangsa untuk menjaga negara aman, damai dan tenang untuk meraih berkah dari Allah,” tegasnya dalam video yang diunggah di YouTube kanal FRONT TV pada Rabu (13/2).

Dalam video itu juga Rizieq berharap agar Malam Jumat Munajat 212 menjadi malam yang penuh berkah dan sejahterah bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Kita mengarep berkah pada Allah agar Indonesia menjadi negara yang adil dan makmur. Malam Jumat Munajat 212 semata mata untuk memohon pada Allah dengan penuh harap agar agama, bangsa, negara dan rakyat kita semakin sejahterah,” ujarnya. (Web Warouw)

Add comment

Security code
Refresh