Politik
Eko Bambang Subiantoro, Direktur Riset PolMark Indonesia. (Ist)

JAKARTA- PolMark Research Center (PRC) memastikan kemenangan Jokowi-Ma’aruf dengan kemenangan 40,4% mengalahkan Prabowo-Sandi yang hanya 25,8% dalam elektabilitas pemilihan presiden yang akan diadakan pada 17 April 2019 akan datang. Sisanya adalah undecided voters sebesar 33,8%. Hal ini ditegaskan oleh Eko Bambang Subiantoro, Direktur Riset PolMark Indonesia kepada Bergelora.com di Jakarta, Kamis (14/3).

Dalam risetnya dipaparkan walaupun demikian pada elektabilitas pengusung partai pasangan Jokowi-Ma’aruf akan meraih 67,4% mengalahkan elektabilitas partai pengusung Prabowo-Sandi yang hanya mendapatkan 32,0% saja.

Sebagai wilayah yang paling besar penduduknya, Sumatera dan Jawa sangat menentukan. Jokowi-Ma’aruf disebutkan akan meraup suara dari elektabilitas pilpres di Jawa sebesar 42,5% mengalahkan Prabowo-Sandi yang hanya mendapatkan 21,9%. Hal yang sama untuk elektabilitas partai di Jawa yang menunjukkan kemenangan telak Jokowi-Ma’aruf sebesar 70,9% mengalahkan Prabowo-Sandi sebesar 28,7%.

Sementara Di Sumatera, Jokowi-Ma’aruf disebutkan akan meraup suara dari elektabilitas pilpres sebesar 32,2% kalah sedikit dari Prabowo-Sandi yang mendapatkan 34,9%. Namun untuk elektabilitas partai di Sumatera yang menunjukkan kemenangan telak Jokowi-Ma’aruf sebesar 56,8% mengalahkan Prabowo-Sandi sebesar 42,0%.

Untuk wilayah lainnya Jokowi-Ma’aruf disebutkan akan meraup suara dari elektabilitas pilpres sebesar 41,4% mengalahkan Prabowo-Sandi yang hanya mendapatkan 28,4%. Hal yang sama untuk elektabilitas partai di wilayah lainnya menunjukkan kemenangan telak Jokowi-Ma’aruf sebesar 65,3% mengalahkan Prabowo-Sandi sebesar 33,7%.

“Ini merupakan agregat dari 73 Survei Dapil: 72 DAPIL dengan 440 responden dan 1 Dapil dengan 880 responden atau total 32.560 responden. 2.Margin of error di masingmasing 72 survei Dapil adalah +/- 4,8% dan untuk 1 Dapil adalah +/- 3,4%,” katanya.

Laporan ini adalah ikhtisar sangat ringkas dari 73 survei di 73 Dapil (dari 80 Dapil) seluruh Indonesia. Data yang tersaji adalah agregat hasil 73 survei yang dibuat dengan perhitungan statistik yang layak. Survei dilakukan oleh PolMark Research Center (PRC) — pusat riset yang bernaung di dalam PolMark Indonesia. Survei dilakukan sebagai bagian dari kerjasama pendampingan political marketing PolMark Indonesia untuk Partai Amanat Nasional dalam Pemilihan Anggota DPR RI 2019.

“Wawancara responden dilakukan dalam empat tahap dalam rentang waktu Oktober 2018 -Februari 2019. 4. Agregat data dari 73 Survei Dapil ini menampilkan elektabilitas kandidat Pilpres 2019 secara lebih detail. Tingkat akurasinya sebagai alat prediksi jauh lebih tinggi dibandingkan dengan Survei Nasional,” jelasnya.

Dari keseluruhan survei tersebut, 72 survei di antaranya melibatkan 440 responden, sementara survei melibatkan 880 responden. Maka keseluruhan data hasil survei ini meliputi 32.560 responden yang tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia. Ke-73 Dapil ini meliputi 172.008.099 pemilih atau 92,9% dari pemilih Pemilu 2019. Di 73 Dapil ini diperebutkan 534 kursi atau 92,9% dari 575 kursi DPR RI.

Keunggulan survei ini, berbeda dengan survei nasional yang tak punya kemampuan memotret secara detail daerah pemilihan (Dapil), laporan ini merupakan agregat survei Dapil yang menghimpun potret detail setiap Dapil. Dengan demikian, agregat hasil survei 73 Dapil ini adalah himpunan data yang sangat berdayaguna untuk menggambarkan kenyataan politik Indonesia berdasarkan detai kenyataan-kenyataan politik lokal. Tentu saja, kemampuan menggambarkan kenyataan politik ini dibatasi oleh keterbatasan yang tak terhindarkan sebagai sebuah survei.

Namun PolMark Indonesia juga mengakui kelemahan utama agregat hasil survei 73 Dapil ini adalah tidak serentaknya penyelenggaraan survei di seluruh Dapil. Padahal, data riset tidak pernah ada dalam situasi vakum-politik. Untuk mengatasi kelemahan utama ini, penjelasan lebih saksama untuk data survei per Dapil amat sangat diperlukan.

Populasi survei ini adalah WNI yang berdomisili di Dapil yang disurvei dan telah mempunyai hak pilih yakni berusia 17 tahun ke atas atau yang sudah menikah ketika survei dilakukan. Sampel berasal dari seluruh Kabupaten/Kota yang berada dalam Dapil tersebut yang terdistribusi secara proporsional berdasarkan besaran jumlah pemilih. Jumlah responden di masing-masing dari 72 Dapil adalah 440 orang. Khusus di 1 Dapil (Jabar 3) responden berjumlah 880. Proporsi responden laki-laki dan perempuan berimbang (50:50). Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error ±4.8% untuk masing-masing survei di 72 Dapil. Khusus untuk Dapil Jabar 3, margin of error-nya adalah ±3.4%. Selang kepercayaan survei ini adalah 95%. Setiap responden terpilih diwawancarai dengan metode tatap muka (face to face) oleh pewawancara yang telah dilatih secara khusus. 6.Quality Control dilakukan dengan mendatangi kembali (rekonfirmasi) 20% responden yang terpilih secara acak (spot check) (Web Warouw)

Add comment

Security code
Refresh