Politik
Puluhan mahasiswa dan aktivis pergerakan Aliansi Mahasiswa Islam Bersatu (AMB) menggelar aksi demonstrasi di Depan Kantor Biro Rektor UINSU Jalan Pancng Medan, Rabu (13/11).

MEDAN - Puluhan mahasiswa dan aktivis pergerakan Aliansi Mahasiswa Islam Bersatu (AMB) menggelar aksi demonstrasi di Depan Kantor Biro Rektor UINSU Jalan Pancng Medan, Rabu (13/11). Aksi demonstrasi itu digelar untuk menuntut para pelaku tindakan tidak terpuji yang merugikan mahasiswa dan membuat jelek nama baik UNISU sebagai kampus kebanggaan umat Islam di Sumatera Utara. Para mahasiswa mendesak rektor agar memecat para dosen yang melakuka perbuatan tercela tersebut.

Kordinator Aksi Aulia Rahman yang berasal dari Fakultas Ushuludin dan Studi Islam mengungkapkan aksi yang di gelar merupakan dukungan terhadap kepemimpinan Rektor TGS. Prof. Dr. KH. Saidurrahman, M.Ag yang telah banyak melakukan terobosan baru sehingga saat ini kualitas dan kapasitas pendidikan di lingkungan UINSU meningkat drastis, tetapi  di tengah-tengah kerja keras nan mulia ini, muncul oknum-oknum di lingkungan UINSU, yang melakukan tindakan tidak terpuji bahkan dapat dikatakan keji.

“Rektor TGS. Prof. Dr. KH. Saidurrahman, M.Ag yang telah banyak melakukan terobosan baru sehingga saat ini kualitas dan kapasitas pendidikan di lingkungan UINSU meningkat drastis Akan tetapi, menjadi ironis yang menyayat bagi kami mahasiswa UINSU, di tengah-tengah kerja keras nan mulia ini, muncul oknum-oknum di lingkungan UINSU, baik dari unsur pegawai maupun dosen yang melakukan tindakan tidak terpuji bahkan dapat dikatakan keji,“ ujar Aulia.

Aulia menambahkan, “Kami memandang bahwa tindakan dan prilaku mereka telah mencoreng dan menodai kemuliaan yang dianugerahkan untuk kampus ini, UIN Sumatera Utara. Maka kami meminta dan menuntut kepada Rektor UINSU untuk mendisplinkan, menindak tegas, memberikan sanksi (punishment), memecat atau bahkan membawa ke jalur hukum bagi setiap oknum dosen dan pegawai yang melakukan pelanggaran dan tindakan tercela di lingkungan kampus UINSU.”

Kepada Bergelora.com dilaporkan, Kordinator Lapangan Muhammad Lutfhi yang membacakan statemen pernyataan sikap Aliansi mahasiwa Islam Bersatu mendukung Program Rektor menuju UINSU JUARA dan menuntut rektor mendisplinkan, menindak tegas, memberikan sanksi (punishment), membawa ke jalur hukum dan memecat :

1. Oknum Dosen dan Pegawai yang melakukan tindakan jual beli nilai

2. Oknum Dosen dan Pegawai yang melakukan manipulasi data Beasiswa, khususnya Beasiswa BIDIK MISI UINSU

3. Oknum Dosen dan Pegawai yang melakukan penempahan skripsi (menjadi agen Skripsi)

4. Oknum Dosen dan Pegawai yang mengeluarkan ijazah secara tidak prosedural di lingkungan UINSU

5. Oknum Dosen dan Pegawai yang melakukan pungutan liar (suap)

6. Oknum Dosen dan Pegawai yang suka melakukan provokasi dan menyebar isu hoax, serta ujaran kebencian

7. Oknum Dosen dan Pegawai yang melakukan perbuatan asusila

8. Oknum Dosen dan Pegawai yang menyebarkan paham-paham radikalisasi di kampus UINSU

9. Mendukung UINSU untuk menjadi terdepan dalam program Deradikalisasi dan moderasi beragama

10. Mendukung program Rektor untuk UINSU JUARA

Prof. Dr. Amroeni M.Ag Wakil Rektor III UINSU yang menerima delegasi aksi mahasiswa mengatakan terima kasih atas masukan dari para mahasiswa dan akan menyampaikan langsung ke rektor tuntutan tersebut

“Saya mengucapkan terima kasih atas masukan para adik adik mahasiswa dan akan saya sampaikan langsung ke rektor tuntutan ini nantinya. Ke depan marilah kita  seluruh civitas akademika UINSU harus bergandeng tangan bersama Rektor untuk mengerahkan seluruh kemampuan terbaiknya untuk meraih target-target yang telah ditetapkan. Seluruh civitas akademika harus berada dalam komando Rektor bekerja dengan professional, ikhlas dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Alquran dan Akhlak Rasulullah,“ himbau Amroeni.  (Sugianto)

Add comment

Security code
Refresh