Politik
Kepala BKKBN Dr. Hasto Wardoyo, SP.OG.(K) sedang mendampingi pejabat eselon II saat memberikan cap jempol darah dan menandatangani pakta integritas sebelum pelantikan, Rabu (15/1) di Jakarta. (Ist). (Ist)

JAKARTA- Pejabat BKKBN  (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana) telah disumpah dengan cap jempol darah, untuk tidak melakukan korupsi, kolusi dan nepotisme. Hal ini ditegaskan oleh Kepala BKKBN, Dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) kepada Bergelora.com seusai pelantikan pejabat eselon II, BKKBN di Jakarta, Rabu (15/1).

“Semua pejabat dan pegawai BKKBN dari pusat sampai daerah sudah komit untuk mengabdi pada rakyat, bangsa dan negara,” tegasnya.

Untuk itu Kepala BKKBN memastikan disiplin ditegakkan dari diri sendiri ditingkat pimpinan di pusat sampai daerah.

“Hari ini, pelantikan dan cap jempol darah para pejabat eselon II, BKKBN secara sukarela. Kami siap dengan sungguh-sungguh membenahi dan meningkatkan pelayanan BKKBN,” tegasnya.

Tanda tangan dan sumpah darah tersebut menurutnya agar semua pejabat dan pegawai BKKBN hanya loyal tanpa batas pada bangsa dan negara NKRI

Kepala BKKBN Dr. Hasto Wardoyo, SP.OG.(K). saat bertemu dengan Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto, di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (15/1). (Ist)

Pakta integritasnya semua pejabat disertai tetesan darah sebagai bukti loyalitas tanpa batas kepada rakyat, bangsa dan negara

“Apabila kita melakukan hal tidak terpuji termasuk korupsi, maka harus siap mengundurkan diri,” tegasnya.

Selama 6 bulan menjabat sebagai Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo memiliki lima program quick win, yaitu distribusi alat dan obat kontrasepsi harus cukup merata sesuai kebutuhan tidak ada stock out di lapangan.

“Pengadaan alat dan obat kontrasepsi harus dengan e-kataog sektoral agar cepat mudah bebas korupsi dan nepotisme,” tegasnya.

Hasto Wardoyo juga melakukan restrukturisasi organisasi untuk persiapan menghapus eselon III dan IV.  

“Membuat semua unit kerja ikut program zona integritas dan bebas korupsi  dan  melakukan rebranding BKKBN dengan mengganti logo, lagu, tag line sesuai dengan selera generasi milenial sekarang,” jelasnya.

Dukungan TNI

Sementara itu TNI akan konsisten dalam mendukung program-program Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), khususnya di bidang pengendalian penduduk dan penyelenggaraan Keluarga Berencana.

Hal itu disampaikan oleh Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto, saat menerima audiensi Kepala BKKBN Hasto Wardoyo beserta stafnya di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (15/1).

Dalam pertemuan tersebut, Panglima Hadi menyampaikan bahwa TNI sejak dulu hingga kini tetap konsisten dalam mendukung dan bersinergi secara aktif pada program BKKBN di bidang pengendalian penduduk dan penyelenggaraan Keluarga Berencana.

"Hal ini juga sejalan dengan tugas-tugas TNI, salah satunya melaksanakan kegiatan Bakti Sosial Kesehatan TNI di dalam masyarakat," ungkapnya di Jakarta, Rabu (15/1).

Hadi mengatakan, sinergi TNI dengan BKKBN dilaksanakan oleh Bintara Pembina Desa (Babinsa) di seluruh wilayah Indonesia secara rutin dan terprogram untuk membantu memberikan penyuluhan-penyuluhan mengenai Keluarga Berencana kepada masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Hasto Wardoyo juga memperkenalkan diri sebagai pejabat Kepala BKKBN menggantikan Sigit Priohutomo dan mengucapkan terima kasih atas berkenannya Panglima menerima kunjungannya.

Sekadar informasi, dalam pertemuan itu Panglima TNI didampingi Aspers Panglima TNI Marsda TNI Diyah Yudanardi, Aster Panglima TNI Mayjen TNI George E. Supit dan Kapuskes TNI Mayjen TNI Bambang Dwi. (Web Warouw)

Add comment

Security code
Refresh