Politik

KAUDITAN- Bupati Minut, Dr Vonnie Aneke Panambunan STh (VAP) memantau langsung perbaikan Balai Pertemuan Al Hidayah di Perum Agape Griya Tumaluntung, Kecamatan Kauditan, Kabupaten Minahasa Utara.

Sejak pukul 08.00 wita, Dandim 1310/Bitung Letkol Inf H Kusnandar Hidayat, S Sos dan Kapolres Minut AKBP Grace Rahakbau SIK, MSi telah memulai kerja bakti bersama, Jumat (31/1).

“Pagi tadi 1 pleton anggota Polres Minut dikerahkan untuk bekerja melakukan perbaikan Balai Pertemuan Al'Hidayah ini agar secepatnya digunakan sebagai Mushola untuk shalat jumatan,” kata Kapolres Rahakbau.

Kapolres wanita pertama di Minut ini menagatakan, perbaikan telah direncanakan sejak Kamis 30 Januari 2020 setelah dilakukan pertemuan Forkopimda usai kejadian pengrusakan.

"Rekonsiliasi ini kami lakukan untuk menunjukkan kepada masyarakat luar bahwa kompleks Perum Agape Griya ini sekarang aman," jelasnya.

Aparat sedang memperbaiki Masjid Al-Hidayah di Kompleks Agape, Kauditan, Minahasa Utara, Sulawesi Utara. (Ist)

Disamping itu, lanjut dia, selain TNI-Polri perbaikan BPU Al-Hidayah juga turut di bantu masyarakat setempat baik yang muslim maupun nasrani bekerjasama untuk melakukan.

"Seperti diketahui BPU ini dirusak Rabu (29/1) malam. Jadi, kami bersama dengan masyarakat melakukan perbaikan," sebut Kapolres.

Pukul 10.00 wita, Bupati Minut, Dr Vonnie Aneke Panambunan tiba di lokasi perbaikan, meberi dukungan kepada para anggota Kodim 1310/Bitung dan Polres Minut yang bahu-membahu bekerja, sementara para Ibu Jemaah Al-Hidayah menyediakan berbagai makan-minum untuk semua yang hadir di lokasi itu.

"Untuk kelengkapan dan lain sebagainya, saya sudah perintahkan Ketua MUI Minut menyelesaikannya. Jadi, tetap pada aturannya namun tempat ini diizinkan didirikan mesjid," tegas Bupati Vonnie.

Dia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat bahwa persoalan ini telah selesai. Dirinya mengajak untuk terus menjaga kerukunan antar umat beragama pasca kejadian tersebut.

"Marijo torang baku-baku bae karena torang samua basudara, Tuhan Yesus Memberkati, Assalamu'alikum warahmatulahi wabarakatuh, Syalom," pesan Panambunan.

PGI Mengacam

Secara terpisah, Majelis Pekerja Harian Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (MPH-PGI) menyesalkan dan mengecam tindakan anarkis yang dilakukan oleh sekelompok orang yang melakukan pengrusakan rumah ibadah umat Muslim yang berada di Perum Agape, Tumaluntung, Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Rabu malam (29/1) lalu.

“Aparat perlu segera menindak pelaku. Untuk alasan apapun, tindakan kekerasan bukanlah pilihan penyelesaian masalah yang bermartabat,” tegas Pdt. Jacklevyn Manuputty dari Majelis Pekerja Harian PGI dalam rilis yang diterima Bergelora.com di Jakarta, Sabtu (1/2).

“Masyarakat yang ada di sekitar rumah ibadah agar melindungi hak-hak beribadah, termasuk yang dilakukan di rumah tinggal, apabila belum mampu mendirikan rumah ibadah permanen,” tegasnya.

Ia mengatakan, peristiwa ini merupakan pelajaran berharga yang mestinya menohok pemerintah, yang selama ini terkesan mendiamkan perilaku serupa di berbagai tempat di Indonesia.

“Provinsi Sulawesi Utara merupakan ikon toleransi di Indonesia dan memiliki budaya untuk saling menghormati perbedaan. Kami meminta upaya-upaya lokal yang dikedepankan untuk mencari jalan keluar dari persoalan ini secara damai dan setara,” tegasnya.

PGI menghimbau semua pihak untuk tidak tersulut dengan peristiwa ini dan melakukan hal-hal yang tidak diinginkan, sehingga menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, yang akan memunculkan persoalan baru. (Jim R. Tindi/Web Warouw)

Add comment

Security code
Refresh