Politik
dr Ribka Tjiptaning dari PDI Perjuangan di Komisi IX, DPR-RI (Ist)

JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR Fraksi PDI Perjuangan Ribka Tjiptaning menduga perang dagang China dengan Amerika Serikat (AS) berada dibalik isu merebaknya virus Corona.

Ribka pun mencurigai korban meninggal dunia hanya dari China saja. Sementara di negara-negara lain, belum ada yang meninggal karena Corona.

Hal itu dikatakan Ribka dalam Rapat Kerja Komisi IX dengan Menteri Kesehatan RI beserta jajarannya di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (3/2).

"Ini khan kalau kita tarik lagi, jangan-jangan ini perang dagang Amerika dan China. Sebab lucunya, yang meninggal itu hanya di China, yang di negara-negara lain khan cuma tertular, terduga, ujung-ujungnya sehat," ujar Ribka.

Kepada Bergelora.com dilaporkan, Ribka memaparkan, bila isu virus Corona ini terus dibiarkan berkembang, akan berpengaruh pada perekonomian China. Negeri Tirai Bambu itu bisa diembargo.

"Ini khan 'mainan' Amerika juga, karena ini persaingan juga. Negara super power sekarang khan China dan Amerika. Makanya kita juga harus hati-hati menyikapi ini," ujar Ribka.

632 Pasien Sembuh Di China

Duta Besar China untuk Indonesia, Xiao Qian, mengatakan sebanyak 632 warga negaranya yang terjangkit virus corona atau 2019-nCoV telah berhasil sembuh dari penyakit tersebut.

Pernyataan itu dikatakan Dubes Xiao, yang mengutip laporan Komisi Kesehatan Nasional China, pada gelaran jumpa pers di kediaman resminya di Jakarta, Selasa.

“Sampai pukul 24:00 pada tanggal 3 Februari, Komisi Kesehatan Nasional telah menerima 20.438 laporan kasus yang dikonfirmasi (terjangkit corona), 425 kasus kematian, dan 632 kasus sembuh dan keluar dari rumah sakit,” kata dia.

Kepada Bergelora.com dilaporkan, dia juga menjelaskan terdapat 33 orang yang dikonfirmasi terjangkit wabah tersebut di area Hong Kong, Makau dan Taiwan. Kasus yang diduga  di  China daratan mencapai 23.214.

Jumlah pasien sembuh yang tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan kasus kematian dianggap menunjukkan kecenderungan positif dalam upaya melawan virus yang berpusat di Kota Wuhan, Provinsi Hubei itu. Tingkat penyebaran virus juga dikatakan menurun, mencapai 19,65 persen terhitung per 2 Februari lalu, di mana pada tanggan 27 Januari, angka penyebaran masih berada pada 64,54 persen.

“Virus ini bisa disembuhkan. Pasien ringan secara bertahap akan pulih sekitar satu minggu setelah terinfeksi. Pasien yang agak serius mungkin membutuhkan waktu dua minggu atau lebih,” jelas Xiao.

Lebih lanjut, kasus penyebaran virus corona yang telah dikonfirmasi di negara lain mencapai 150 kasus dari 23 negara, termasuk Jepang, Thailand, Filipina, Singapura, Australia, dan Korea Selatan. Terdapat satu kasus kematian di luar China, yakni di Filipina.

Atas penyebaran virus corona, yang telah dideklarasikan sebagai Situasi Darurat Global oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pemerintah China mengaku akan menjunjung transparansi dan tanggung jawab dalam melakukan kerja sama internasional antivirus.

Upaya tersebut, kata Xiao, dilakukan dengan terus memperbaharui informasi perkembangan wabah agar berbagai pihak dapat segera menanggapi virus secara efektif, serta memberikan layanan dan jaminan kepada warga negara asing yang ada di China.  (Enrico N. Abdielli)

Add comment

Security code
Refresh