Politik
Prof. Dr. Chairul Anwar Nidom, MS, drh, Guru Besar Biologi Molekuler, Universitas Airlangga, Surabaya. (Ist)

JAKARTA- Untuk  memastikan kewaspadaan di dalam negeri terhadap serangan wabah Virus Corona, perlu segera mendapatkan specimen asli warga negara Indonesia (WNI) yang positif terinfeksi Virus Corona beberapa waktu lalu. Specimen yang dibutuhkan adalah sampel darah dan sampel dahak dari pasien WNI tersebut. ini disampaikan Prof. Dr. Chairul Anwar Nidom, MS, drh, Guru Besar Biologi Molekuler, Universitas Airlangga dari Surabaya kepada Bergelora.com di Jakarta, Minggu (9/2).

“Dua-duanyanya perlu. Jadi (sampel-red) darah itu untuk mengetahui lokasi organ atau sel apa yang jadi tempat masuknya virus ke dalam sel. Sampel dahak, selain untuk identifikasi dan isolasi virus, juga digunakan untuk mengetahui kuman apa saja yang terdapat di dahak yang menyertai virus tersebut. Apa mungkin ada kuman lain yang menyebabkan virus tersebut masuk ke dalam sel,” jelasnya.

Ketika ditanyakan apakah perlu untuk memulangkan pasien WNI tersebut ke Indonesia, untuk mengetahui reseptor dalam tubuhnya yang bisa dimasuki oleh Virus Corona, Nidom menjelaskan, “Untuk sementara tidak mungkin (memulangkan-red). Tapi dengan diketahui kuman-kuman lainnya, maka bisa diperkirakan faktor-faktor apa yang menyebabkan WNI tersebut dinyatakan positif.”

“Ini sangat penting buat penelitian labaratorium. Apakah WNI yang disingapura itu mempunya struktur reseptor yang mirip dengan orang-orang Wuhan atau sudah berbeda,” ujarnya.

Profesor bio-kimia dan bio terorisme ini yang pernah bersama Menkes, Siti Fadilah membongkar kasus Flu Burung 2006-2009 ini memaklumi persoalan dan kesulitan memulangkan WNI tersebut dari Singapura ke Indonesia.

“Tidak perlu dipaksakan. Karena memulangkan lebih berisiko. Reseptor bisa dikasih secara tidaka langsung. Bisa (juga didapat-red) dari kerabat atau kajian dari software,” jelasnya.

Profesor dibidang biokimia dan bioterorisme ini menguatirkan ada perubahan-perubahan pada virus dari Wuhan pada tubuh WNI yang berada di Singapura. Ia memastikan Laboratorium Professor Nidom Foundation (PNF) bisa meneliti dan menemukan semua yang dibutuhkan diatas.

“Kalau sudah berbeda atau berubah, apakah virusnya sudah bermutasi sehingga bisa menempel pada orang WNI? Jadi disitu perlu kajian. Oleh karena itu sebaiknya pemerintah RI segera meminta spesimen asli dari WNI yang ada di Singapura itu sehingga kita bisa mengamati lebih lanjut keamanan berikutnya,” tegasnya.

Sebelumnya, Nidom menjelaskan, setiap virus mempunyai spesifikasi reseptor pada host yaitu orang atau hewan. Virus SARS dan MERS sudah diketahui reseptornya secara spesifik, sehingga sehingga pengendalian bisa diketahui.

“Sementara Wuhan Virus ini belum diketahi reseptornya. Oleh karena itu kita berpikir bahwa virus ini hanya menempel pada host tertentu yang memang lebih cocok dengan virus itu. Faktanya dilapangan yang terinfeksi cukup besar itu adalah orang-orang yang berasal dari Wuhan. Termasuk yang di Australia dan di Filipina, mereka dari sana,” paparnya.

Terinfeksi Dari Majikan

Sebelumnya, seorang warga negara Indonesia (WNI) di Singapura dilaporkan positif terinfeksi virus corona. Pengumuman tersebut dilaporkan pihak berwenang Singapura pada Selasa (4/2).

WNI yang diketahui perempuan berusia berusia 44 tahun dipastikan tidak memiliki riwayat perjalanan ke China. Dia yang berprofesi sebagai pembantu rumah tangga itu tinggal bersama majikannya di rumahnya di Jalan Bukit Merah.

WNI itu melaporkan gejala pada hari Minggu dan tidak meninggalkan rumahnya sejak saat itu. Dia kemudian dirawat di Rumah Sakit Umum Singapura (SGH) pada hari Senin. Perempuan tersebut diduga tertular virus corona dari majikannya. Sebab majikannya yang berpofesi sebagai staf penjualan di toko produk kesehatan Yong Thai Hang di 24, Cavan Road, di Lavender, juga positif virus corona.

Sebelumnya, majikan tersebut melayani rombongan wisawatan China antara 22 Januari hingga 27 Januari 2020. Rombongan China yang berasal dari Guangxi tersebut dua di antaranya dikonfirmasi memiliki virus corona.

"Sumbernya adalah sekelompok turis daratan China. Kami memiliki nama mereka, kami memiliki indikasi pasien yang jatuh sakit," kata Menteri Kesehatan Singapura Gan Kim Yong. (Web Warouw)

.

Add comment

Security code
Refresh