Politik
Jimmy R. Tindi, Ketua PRD (Partai Rakyat Demokratik) Sulawesi Utara. (Ist)

MANADO- Rencana pemerintah lewat Menko Polhukam untuk menjadikan daerah Kepulauan Sangihe Talaud dan Morotai sebagai tempat untuk mengisolasi penyakit menular akibat Virus Corona mendapat penolakan keras. Hal ini ditegaskan oleh Jimmy Robert Tindi, tokoh masyarakat kepulauan Talaud kepada bergelora.com di Manado, Selasa (11/2).

“Pernyataan ini jelas melukai perasaan Rakyat Perbatasan seperti Talaud, Sangihe dan Morotai. Jangan memandang sebelah mata Rakyat yg ada di wilayah beranda NKRI,” ujar Ketua Partai Rakyat Demokratik (PRD) ini.

Jimmy Tindi mengecam rencana tersebut sebagai rencana yang berbau diskriminatif dan merugikan bagi rakyat yang ada kepulauan terluar Indonesia.

“Ini terbukti bahwa pemerintah pusat memang tidak menganggap kami sebagai bagian dari rakyat Indonesia yang harus dilindungi,” tegasnya.

Menurutnya karena ketakutan yang berebihan terhadap Corona Virus, para menteri tegas untuk mengorbankan rakyatnya yang ada di daerah-daerah terluar dan terpencil.

“Saya juga mendesak Mahfud MD menarik pernyataan tersebut dan meminta maaf kepada Rakyat Nusa Utara,” tegasnya.

Ia mengingatkan agar pemerintah belajar dari pemerintah China yang membangun rumah sakit khusus menangani penyakit menular Corona Virus, tanpa harus melakukan isolasi didaerah tertentu.

“Nonton tivi gak sih? Pemerintah China bangun rumah sakit justru ditengah kota Wuhan, di Provinsi Hubei. Kota itu isinya 11 juta orang dan gak ada masalah dari rakyatnya,” tegasnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Hukum Politik dan Keamanan, Mahfud MD, mengungkapkan ada beberapa pulau yang jadi pilihan pemerintah untuk dijadikan lokasi isolasi warga terinfeksi virus mematikan, Pulau-pulau itu adalah yang letaknya ada di kawasan terluar Indonesia.

"Banyak opsi daerahnya dimana saja, misalnya Natuna sendiri adalah opsi, Sangihe Talaud opsi, Morotai juga opsi. Banyaklah, ada atau 7 opsi yang disebut tapi kita belum putuskan, ini kan untuk jangka panjang," kata Mahfud di Banjarmasin, Jumat (7/2) malam lalu.

Mahfud juga mengungkapkan, selain tiga pulau tersebut ada opsi lain yaitu pulau-pulau yang tidak berpenghuni. Hanya saja, pulau yang tidak berpenghuni di Indonesia dianggap tidak memenuhi syarat sebagai lokasi isolasi.

"Kita bikin di pulau biasa karena persyaratannya harus dekat bandara, harus ada pangkalan militer untuk evakuasi segera dengan cepat, nanti di pulau yang sudah ada penduduknya tetapi diatur jaraknya dengan pemukiman," sebut Mahfud. (Meiske Tilaar)

Add comment

Security code
Refresh