Politik
Menkes RI, Terawan Agus Putranto. (Ist)

BOGOR- Soal di Indonesia belum ditemukan kasus virus Corona, menurut Menkes, itu berkat Tuhan Yang Mahakuasa dan doa dari semua rakyat Indonesia. Hal ini ditegaskan oleh Menkes Terawan Agus Putranto usai mengikuti Sidang Kabinet Paripurna (SKP) di Istana Kepresidenan Bogor, Provinsi Jawa Barat, Selasa (11/2) menjawab tuduhan WHO bahwa Indonesia tidak mampu mendeteksi virus Corona.

“Kita ndak mengharapkan untuk ada dan kita terus berdoa mudah-mudahan jangan ada mampir ke Indonesia dan kita melakukan pemeriksaan yaitu dengan ketat dan sesuai standar,” ujarnya seraya menambahkan bahwa wartawan boleh melihat ke sana langsung.

Tuduhan WHO  bahwa Indonesia tidak mampu mendeteksi virus Corona disebabkan Indonesia tidak melaporkan perkembangan virus Corona pada lembaga kesehatan dunia tersebut.

Tentang tuduhan tersebut menurut Menkes tidak beralasan. Mengenai ada 21 WNI yang tiba di Indonesia kemarin, Menkes mengatakan bahwa hal itu tidaklah benar. Ia menyampaikan bahwa tidak sembarangan orang bisa keluar dari sana maupun dari sini masuk ke sana.

“Jadi jangan mudah mendengar berita-berita yang belum tentu dasarnya. Karena memang ditutup, kalau ditutup gimana buka gemboknya, ya kalau dia pun harus dibuka harus melalui Kementerian Luar negeri dan Kementerian Luar Negeri selalu berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan,” tambahnya.

Kepada Bergelora.com dilaporkan, menurut Menkes, laboratorium biosafety level 3 (BSL 3) dapat dilihat oleh wartawan.

“Laboratorium BSL3 kita boleh dilihat tetapi ya mengikuti tata caranya harus pakaian APD-nya dipakai meskipun kameramu juga harus terlindungi,” pungkas Menkes seraya menambahkan BSL 3 punya safety yang tinggi.

Menteri Kesehatan (Menkes) menyampaikan bahwa Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memiliki kit yang ada di Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) untuk pemeriksaan Virus Corona dan sudah teruji.

“Kalian bisa melihat sendiri dan ini sangat terbuka, tidak ada sesuatu yang ditutupi dan memang kita punya alat itu,” ujarnya.

Di era keterbukaan seperti sekarang, Menkes menilai tidak ada yang bisa ditutupi. Ia menambahkan jika ada yang meragukan dipersilakan untuk melihat sendiri karena alatnya juga berasal dari Amerika.  (Roy Pangharapan)

Add comment

Security code
Refresh