Politik
Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus berbicara di Konferensi Keamanan Munich, Munich Security Conference (MSC) ke-56 di Munich, Jerman, pada 15 Februari 2020. Tedros Adhanom Ghebreyesus pada hari Sabtu menyerukan solidaritas untuk China dalam memerangi epidemi di Konferensi Keamanan Munich ke-56. (Ist)

JAKARTA-  Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus pada hari Sabtu (15/2) di Konferensi Keamanan Munich ke-56 (MSC) menyerukan solidaritas dalam memerangi epidemi virus Corona di China.

"Kita harus menggalang solidaritas, bukan menebar stigma pada China," tegas Tedros.

Ia mengingatkan bahwa musuh terbesar bukanlah virus Corona itu sendiri tetapi stigma pada China yang membuat kita saling bertentangan," tegasnya.

"Kita harus menghentikan stigma dan kebencian," tegasnya.

"Wabah virus Corona,-- COVID-19 menggarisbawahi sekali lagi pentingnya bagi semua negara untuk berinvestasi dalam kesiapsiagaan dan tidak panik," katanya kepada audiens MSC.

Xinhua melaporkan dan dikutip Bergelora.com di Jakarta, Minggu (16/2) Kepala WHO mengatakan bahwa dunia menghabiskan miliaran dolar untuk mempersiapkan serangan teroris, tetapi menghabiskan sedikit persiapan untuk serangan virus, yang bisa jauh lebih mematikan dan jauh lebih merusak secara ekonomi, politik dan sosial.

"Ini terus terang sulit dipahami dan berbahaya," katanya.

Selain itu, kepala WHO ini mengatakan bahwa dirinya akan terus mendukung langkah-langkah yang diambil Cina untuk mengatasi wabah dan memperlambat penyebaran epidemi ke seluruh dunia.

Tedros juga mendorong para ahli yang  kini berada di China, bekerja sama dengan rekan-rekan China mereka untuk memerangi wabah dan menginformasikan langkah-langkah selanjutnya dalam respon global.

Berbicara tentang pujiannya untuk China, dia mengatakan dia telah memberikan penghargaan yang seharusnya pada China.

"Saya akan terus melakukan itu, seperti yang saya lakukan. Dan saya akan lakukan hal yang sama untuk negara mana pun yang memerangi wabah secara agresif pada sumbernya untuk melindungi rakyatnya sendiri dan rakyat dunia,"   tegasnya.

Sementara itu China yakin bahwa wabah virus corona akan segera berakhir dan dampak terhadap perekonomiannya, yang sudah menguat kembali, hanya bersifat sementara, kata Wakil Menteri Luar Negeri China Qin Gang, Sabtu (15/2).

"Dampak epidemi tersebut terhadap ekonomi China akan berlangsung dalam jangka pendek dan sementara," katanya pada Konferensi Keamanan Munich.

"Begitu wabah berakhir, permintaan konsumen yang tertahan akan dirilis dengan cepat dan ekonomi akan pulih dengan kuat," (Web Warouw)

Add comment

Security code
Refresh