Politik
Menteri Luar Negeri China, Wang Yi berpidato dalam Konferensi Keamanan Munich (MSC), di Munich, Jerman, Minggu (16/2) (Ist)

JAKARTA- Anggota Dewan Negara Tiongkok dan Menteri Luar Negeri Wang Yi menanggapi pernyataan pejabat Amerika Serikat (AS) bahwa semua tuduhan Amerika Serikat pada China adahah bohong dan tidak berdasarkan fakta.

Dalam sesi tanya jawab setelah pidatonya di Konferensi Keamanan Munich (MSC),--Munich Security Conference (MSC) 2020, Wang diminta oleh Ketua MSC Wolfgang Ischinger untuk mengomentari hubungan China-AS saat Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dan Menteri Pertahanan AS Mark Esper menyerang Cina pada konferensi tersebut.

"Tampaknya ke mana pun mereka pergi, mereka akan mengulangi pernyataan mereka pada China. Semua tuduhan Amerika terhadap China adalah kebohongan, bukan berdasarkan fakta," tegasnya.

"Fakta yang pasti dihadapan kita semua adalah kebohongan Amerika Serikat Sendiri. Kami berharap Amerika Serikat sebagai negara adidaya tidak kehilangan terlalu banyak kepercayaan diri sampai harus menebar kebohongan dan kebencian pda China," katanya.

Xinhua melaporkan dan dikutip Bergelora.com di Jakarta, Minggu (16/2) China dan AS membangun hubungan diplomatik lebih dari 40 tahun yang lalu dan ada beberapa masalah dalam hubungan bilateral.

“Beberapa diantaranya muncul dalam hubungan bilateral,” kata Wang.

Akar penyebab masalah itu, kata Wang, terletak pada kenyataan bahwa beberapa orang di Amerika enggan menerima kenyataan perkembangan pesat dan revitalisasi China sebagai negara sosialis.

"Tentu ini tidak adil. China memiliki hak untuk mengembangkan dirinya dan orang-orang China memiliki hak untuk hidup lebih baik," kata Wang.

Modernisasi Tiongkok adalah takdir sejarah yang tak terhindarkan, yang menurut Wang mewakili arah kemajuan peradaban manusia dan tidak dapat dihentikan oleh kekuatan apa pun.

Pembangunan China memperkuat kekuatan untuk menjaga perdamaian dunia dan berkontribusi pada stabilitas global, telah diterima oleh masyarakat internasional sebagai kenyataan, kata Wang.

Dia menggarisbawahi bahwa Tiongkok akan selalu bersedia bekerjasama dengan Amerika Serikat untuk memajukan hubungan bilateral berdasarkan kesetaraan dan saling menghormati.

Tugas penting sekarang, kata Wang, adalah bahwa kedua belah pihak harus duduk untuk berdialog serius dan menemukan mode interaktif yang memungkinkan kedua negara besar dengan sistem sosial yang berbeda untuk hidup berdampingan secara damai dan memiliki kerjasama yang saling menguntungkan.

“China siap untuk itu. Dalam perjalanan sejarah kami, China siap dialog dengan Amerika dan negara manapun,” tegasnya.

Sementara itu China yakin bahwa wabah virus corona akan segera berakhir dan dampak terhadap perekonomiannya, yang sudah menguat kembali, hanya bersifat sementara.

"Dampak epidemi tersebut terhadap ekonomi China akan berlangsung dalam jangka pendek dan sementara," katanya pada Konferensi Keamanan Munich.

"Begitu wabah berakhir, permintaan konsumen yang tertahan akan dirilis dengan cepat dan ekonomi akan pulih dengan kuat," katanya. (Web Warouw)

Add comment

Security code
Refresh