Politik
Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Bahtiar. (Ist)
JAKARTA - Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Bahtiar menegaskan, Kemendagri mendorong Pemerintah Daerah untuk terus meningkatkan sosialisasi dan edukasi terkait Covid-19 kepada masyarakat.
 
Edukasi yang diberikan, kata Bahtiar, jangan setengah-setengah dan harus komprehensif.
 
“Sosialisasi dan edukasi terkait Covid-19 harus dilakukan dengan se-kreatif mungkin dan tidak setengah-setengah. Karena kita paham masyarakat Indonesia memiliki karakteristik yang beragam," jelas Bahtiar, Sabtu (21/3).
 
Kepada Bergelora.com dilaporkan, Bahtiar mengatakan, Mendagri telah meninjau beberapa daerah untuk memastikan penanganan penyebaran Covid-19 telah dilakukan dengan baik.
 
“Kunjungan Mendagri ke Kantor Gubernur DKI, Jawa Barat dan Banten akan memperlihatkan kepada masyarakat bahwa kebijakan di berbagai daerah berbeda sesuai karakteristik daerahnya," tandas Bahtiar. 
 
Sementara  itu Juru Bicara (Jubir) Penanganan Wabah Virus Korona (Covid-19), Achmad Yurianto menyampaikan ada penambahan kasus baru sebanyak 60 sehingga total kasus positif adalah 369 orang, 1 kasus yang sembuh sehingga jumlah yang sembuh menjadi 17 orang, dan sebanyak 7 orang meninggal sehingga total kasus yang meninggal menjadi 32 orang. 
 
“Ini adalah catatan-catatan yang kita dapatkan dari keseluruhan pergerakan data yang kita dapatkan di hari ini,” ujar Yuni menjelaskan kondisi terkini Covid-19 di Grha BNPB, Provinsi DKI Jakarta, Jumat (20/3). 
 
Kepada Bergelora.com dilaporkan prosedur yang dilakukan untuk semua kasus baru, lanjut Yuri, begitu pemeriksaan laboratorium selesai maka langsung dikirimkan ke rumah sakit yang merawat. 
 
“Karena ini adalah hak pasien untuk tahu sehingga dokter penanggung jawab pasien bisa langsung memberi tahu kepada pasiennya tentang penyakitnya,” jelasnya.
 
Kemudian yang kedua, sambung Yuri, data ini dikirimkan ke dinas kesehatan setempat yang gunanya adalah untuk melihat identitas alamat dan sebagainya secara lengkap dari pasien ini. 
 
“Sehingga bisa digunakan untuk sebagai contact tracing untuk mencari siapa saja yang pernah kontak dekat dengan pasien ini dan kemudian kita harus lakukan pemeriksaan,” urai Yuri. 
 
Ini, menurut Yuri, adalah upaya untuk mencari, menemukan, dan mengisolasi kasus positif di masyarakat supaya tidak semakin menyebar ke mana-mana. Pada kesempatan itu, Jubir Penanganan Covid-29 kembali mengingatkan jaga jarak dalam berinteraksi sosial karena ini cara yang paling efektif dan mudah. 
 
“Semua bisa melaksanakan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya penularan dari orang-orang yang sakit kepada kita. Jaga jarak dan tetap tenang,” ujarnya. (Web Warouw)

Add comment

Security code
Refresh