Politik
10 besar negara yang diseang Corona.(Ist)
JAKARTA – Jumlah korban tewas akibat serangan Corona Virus Disease-19 (Covid-19) yang terjadi pada 10 negara dengan tingkat penularan cukup parah, serta ditambah kasus kematian di Indonesia dan Israel menjadi 16.373 orang sejak Desember 2019 – 25 Maret 2020.
 
 
 
Angka kematian 16.373 orang, berdasarkan rilis Australian Broadcasting News atau abcnews.go.com, Kamis pagi, 26 Maret 2020, sudah ada 16.309 orang meninggal dunia di 10 negara dengan tingkat serangan cukup parah.
 
 
 
Kemudian, ditambah rilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana Republik Inonesia (BNPB RI), Rabu malam, 25 Maret 2020 ada 58 orang meninggal dunia, serta dari 3 naik menjadi 5 orang meninggal dunia di Israel, menurut The Jerusalem Post dari Tel Aviv, Rabu malam, 25 Maret 2020 atau di Indonesia, Kamis pagi, 26 Maret 2020.
 
 
 
Jumlah korban tewas dipastikan terus bertambah, mengingat Presiden Republik Indonesia, Selasa, 24 Maret 2020, mengakui, Covid-19 sudah menyerang 189 negara, tidak terkecuali negara-negara di Asia Tenggara.
 
 
 
Menurut abcnews.go.com, khusus serangan Covid-19 yang terjadi pada 10 negara per Kamis pagi, 26 Maret 2020, ada kasus 283.515 orang, sembuh 108.263 dan meninggal dunia 16.309. Rinciannya, di China ada kasus 81.661 orang, sembuh 73.770 orang dan meninggal dunia 3.285 meninggal dunia.
 
 
 
Di samping itu, di Italia ada 69.176 kasus, sembuh 8.326 orang, dan meninggal dunia 6.820 orang, di United State of Amerika (Amerika Serikat) ada 55.225 kasus, sembuh 354 orang, dan meninggal dunia 802 orang, di Spain (Spanyol) ada 47.610 kasus, sembuh 5.367 orang, dan meninggal dunia 3.434 orang.
 
 
 
Di Germany (Jerman) ada 34.009 orang, sembuh 3.532 orang, dan 172 meninggal dunia, Iran ada 27.017 kasus, sembuh 9.626 orang, meninggal dunia 2.007 orang, di France (Perancis) ada 22.637 kasus, sembuh  3.288 orang, dan meninggal dunia 1.102 orang.
 
 
 
Kemudan, di Switzerland (Selandia Baru) ada 10.456 kasus, sembuh 131 orang, meninggal dunia 145,  di South Korea (Korea Selatan) ada 9.173 kasus, sembuh 3.730 orang, dan meninggal dunia 126 orang, di United Kingdom (Inggris) ada 8.167 orang, sembuh 140, dan meninggal dunia 423 orang.
 
Kondisi di Israel
 
Menurut The Yerusalem Post, Israel tidak akan punya pilihan selain menerapkan penutupan penuh bahkan dalam beberapa hari ke depan kecuali ada peningkatan segera dalam tren jumlah orang yang terinfeksi virus corona.
 
 
 
 
 
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, memperingatkan Rabu, 25 Maret 2020 malam, atau Kamis pagi, 26 Maret 2020, waktu Indonesia, beberapa menit setelah jumlah orang Israel yang sakit naik ke 2.369, menurut Kementerian Kesehatan Israel.
 
 
 
Ini peningkatan sangat signifikan, karena pada Selasa, 24 Maret 2020, jumlah orang dirawat 1.930 orang. Itu berarti, hanya berselang satu hari, terjadi lonjakan menjadi 439 orang di Israel (karena per Rabu, 25 Maret 2020, sudah mencapai 2.369 orang).
 
 
 
"Langkah-langkah yang kami ambil di sini di Israel sedang dilakukan di seluruh dunia; namun, itu tidak cukup karena jumlah pasien meningkat dua kali lipat setiap tiga hari," kata Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu, sebagaimana dikutip The Jerusalem Post, Rabu malam, 25 Maret 2020 atau Kamis pagi, 26 Maret 2020, waktu Indonesia.
 
 
 
"Dalam dua minggu kami dapat menemukan diri kita dengan ribuan pasien yang banyak di antaranya akan berada dalam bahaya kematian. Karena itu, saya sudah memberi tahu Anda,” lanjut Benyamin Netanyahu, “bahwa jika kita tidak melihat peningkatan langsung dalam tren, tidak akan ada alternatif selain memaksakan penutupan total, kecuali untuk kebutuhan-kebutuhan penting seperti makanan dan obat-obatan. Ini masalah beberapa hari. Kami membuat semua persiapan yang diperlukan - logistik dan hukum."
 
 
 
Pidato Perdana Menteri Israel Netanyahu, datang hanya empat jam setelah babak baru peraturan yang lebih ketat untuk mengendalikan wabah koronavirus mulai berlaku pada jam 5 malam, Rabu, 25 Maret 2020, atau Kamis pagi, 26 Maret 2020 (Indonesia) dan di latar belakang berita bahwa dua lagi warga Israel meninggal, dari sebelumnya tiga orang, bertambah 2 menjadi 5 orang meninggal dunia.
 
 
 
Netanyahu menambahkan bahwa Kementerian Pertahanan dan badan intelijen Ha-Mossad le-Modiin ule-Tafkidim Meyuhadim (Mossad), bekerja sama untuk mendapatkan peralatan medis yang diperlukan dari luar negeri, serta mempertimbangkan cara-cara untuk membuat peralatan tersebut diproduksi di Israel. Dia menambahkan bahwa rencana untuk mengurangi ketegangan ekonomi pada publik dan bisnis Israel akan diluncurkan dalam beberapa hari mendatang.
 
 
 
Pembatasan keadaan darurat yang disetujui Pemerintah Israel, secara drastis mengurangi kebebasan bergerak. Setidaknya untuk tujuh hari ke depan, orang hanya akan diizinkan berjalan kaki dalam jarak 100 meter dari rumah mereka.
 
 
 
Pembatasan tambahan: Transportasi umum akan berkurang secara drastis; menghadiri pernikahan atau upacara keagamaan lainnya diizinkan, jika 10-peserta dan aturan dua meter diikuti; pergi ke mikvah diperbolehkan, selama pengaturan telah dibuat sebelumnya.
 
 
 
Hanya dua orang yang dapat bepergian dengan mobil pada satu waktu dan mereka hanya dapat bepergian ke atau dari tempat kerja yang disetujui atau ke toko kelontong, apotek atau perjanjian medis; taksi pribadi akan tersedia, tetapi hanya satu penumpang dan pengemudi dapat berada di dalam mobil pada suatu waktu.
 
 
 
Tidak ada pengiriman yang dapat dilakukan kecuali untuk barang-barang yang disetujui termasuk surat kabar, dan produk dan peralatan penting, seperti untuk kebutuhan medis.
 
 
 
Semua bisnis harus ditutup, termasuk dari dalam kediaman seseorang, kecuali untuk berbagai toko makanan dan apotek, dan mereka yang menjual produk optik, kebersihan atau telekomunikasi, peralatan listrik atau aksesori medis.
 
 
 
Penjualan daring dengan pengiriman diperbolehkan untuk semua jenis produk: ketika dikirim ke rumah-rumah pribadi, kiriman akan ditempatkan di luar kediaman. Layanan penting akan tetap terbuka, termasuk supermarket, apotek, pompa bensin dan bank, yang akan beroperasi seperti biasa.
 
 
 
Namun, toko harus menandai jarak dua meter antara orang-orang di jalur checkout dan memastikan bahwa tidak lebih dari empat orang menunggu untuk check out sekaligus. Orang-orang dapat pergi bekerja selama pedoman tersebut dipatuhi, tetapi pengusaha harus memeriksa suhu semua yang datang dan siapa pun dengan suhu lebih dari 38 derajat Celcius atau lebih harus ditolak.
 
 
 
Selain itu, Pemerintah Israel, telah menyetujui hak Israel untuk melakukan protes, selama mereka melakukannya sesuai dengan aturan Kementerian Kesehatan: tidak lebih dari 10 orang dan jarak dua meter antara orang-orang.
 
 
 
Selain itu, anak-anak dari orang tua yang bercerai dapat terus melakukan perjalanan antara dua rumah. Melanggar peraturan merupakan pelanggaran pidana dan mereka yang melanggar aturan akan menghadapi denda antara NIS 500 dan NIS 5.000 atau hukuman penjara yang ditangguhkan.
 
 
 
Polisi Israel, melaporkan pada hari Rabu, 25 Maret 2020, sejauh ini telah membuka 135 penyelidikan terhadap orang-orang yang melanggar karantina dan 163 kasus terhadap mereka yang mengadakan pertemuan ilegal.
 
 
 
Amerika Serikat
 
The Washington Post, Kamis pagi, 26 Maret 2020, melaporkan, Amerika Serikat tengah meminta persetujuan senat untuk mencairkan anggaran US$2,2 triliun untuk dana stimulus pergerakan ekonomi sektor riil, dan mengurangi angka penangguran.
 
 
 
Dana USS$2,2 triliun, untuk memperpanjang US$1.200 untuk kebanyakan orang dewasa Amerika dan $ 500 untuk kebanyakan anak-anak, menciptakan program pinjaman $ 500 miliar untuk bisnis, kota, dan negara bagian, dan dana retensi karyawan US$367 miliar lainnya untuk bisnis kecil. Ini akan mengarahkan US$130 miliar ke rumah sakit dan menyediakan empat bulan asuransi pengangguran, di antaranya.
 
 
 
Rabu pagi, 25 Maret 2020, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, mengatakan, Pemerintah berupaya mengurangi dampak ekonomi terhadap masyarakat yang ditimbulkan oleh pandemi Covid-19.
 
 
 
Untuk itu, pemerintah telah mengeluarkan sejumlah kebijakan dan bantuan sosial untuk memberikan stimulus dan insentif bagi masyarakat.
 
 
 
Di antaranya, para penerima manfaat Kartu Sembilan Bahan Pokok (Sembako) akan mendapat tambahan sebesar Rp50.000. Jadi, program Kartu Sembako menjadi Rp200.000 per keluarga penerima yang diberikan selama enam bulan.
 
 
 
Menurut Joko Widodo, Pemerintah Indonesia juga menyadari akan adanya pekerja harian yang kehilangan penghasilan, pengusaha mikro dan kecil yang kehilangan pasar dan omzet, dan kemungkinan para pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja. Untuk itu, pemerintah mempercepat implementasi program Kartu Prakerja, sekaligus meningkatkan kompetensi serta kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
 
 
 
“Dengan alokasi anggaran sebesar Rp10 triliun, nantinya setiap peserta Kartu Prakerja akan diberikan honor insentif Rp1 juta per bulan selama 3-4 bulan. Semoga dengan pemberian stimulus ini, daya beli masyarakat tetap dapat dipertahankan,” ungkap Joko Widodo. (Aju)