Politik
Ilustrasi anak-anak antara agama berkumpul bersama. (Ist)

BENGKULU- Badan Pembinaan Ideologi Pancasila bersama Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup menyelenggarakan Seminar Nasional Moderasi Beragama dan Kerukunan di Kampus IAIN Curup, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu Senin (24/8).

Seminar diawali penyampaian Kepala BPIP Prof. KH. Yudian Wahyudi, P.hD sebagai keynote speech pada seminar tersebut. Dalam sambutannya Yudian menyampaikan Kerukunan umat beragama bukan hanya dicirikan dari keberagaman tempat ibadah yang berdekatan satu sama lain. Tapi juga ikatan dan relasi sosial yang hangat di antara warga.

Hadir sebagai narasumber Dr. Drs. Karjono, Sh, M.Hum (Sekretaris Utama BPIP), Antonius Benny Susetyo (Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP), Dr. Ani Purwanti, SH, M.Hum (Plt. Deputi Hukum Advokasi dan Pengawasan Regulasi BPIP), Dr. Muhammad Sabri, S.Ag (Direktur Pengkajian Materi BPIP), Dr. Nifari M. Pd (Kepala pusat kerukunan umat beragama) dan Drs. H. Bustasyar M. Pd (Kepala Kanwil Kemenag Prov Bengkulu) yang dimoderatori oleh Dr. Busman Adyar S. Ag, M. A (Dosen syariah IAIN Curup).

Kepada Bergelora.com dilaporkan, Sekretaris Utama BPIP Karjono menegaskan bahwa agama hadir untuk menjaga harkat dan martabat manusia.

"Agama sejatinya hadir untuk menjaga harkat dan martabat kemanusiaan. Indonesia yang plural akan bisa mampu meraih kemajuan, kesejahteraan, kedamaian dan keadilan dalam bingkai NKRI yang demokratis" kata Karjono di depan seluruh peserta seminar.

Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP, Antonius Benny Susetyo menjelaskan bahwa nila-nilai Pancasila menciptakan tata keadaban publik.

"Nilai-nilai Pancasila sebagai pemandu kehidupan bersama dalam menciptakan tata keadaban publik. Sementara tata keadaban publik menjadi acuan dalam merawat Bhinneka Tunggal Ika," jelas Benny.

Selain itu Benny menekankan bahwa setiap komponen harus memperluas pandangan inklusif atau terbuka serta visi kaum beragama untuk membangun pergaulan agama yang lebih manusiawi dan untuk meredam potensi-potensi kekerasa umat beragama.

Kebijakan dalam kemajuan teknologi pada zaman sekarang juga harus diperhatikan. Menurut Benny, mengarus utamakan nilai keluarga dalam media massa, media sosial, dan televisi juga penting.

"Mengarus utamakan Pancasila menjadi gugus insting yang mempengaruhui cara berpikir, bertindak, bernalar, dan berelasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," tegas Benny.

Hal senada dijelaskan oleh Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama, Nifari. Dalam penjelasannya disebutkan bahwa sangat penting mengarus utamakan nilai-nilai kerukunan.

"Sangat  penting untuk mengarus utama nilai kerukunan beragama dalam mengamalkan

Pancasila," jelasnya.

Ia berharap, semoga moderasi beragama dan kerukunan tetap tumbuh dan berkembang di Indonesia demi terwujudnya cita-cita bangsa. (Salimah)

Add comment

Security code
Refresh