Politik
Penanganan pasien Corona di salah satu rumah sakit. (Ist)

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengeluarkan Keputusan Gubernur (Kepgub) yang memungkinkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi yang saat ini berada di fase I, untuk diperpanjang secara otomatis tanpa harus menunggu pengumuman dari Pemprov DKI.

Hal tersebut terungkap dalam diktum kedua pada Kepgub DKI Nomor 879 Tahun 2020 tentang Perpanjangan Pemberlakuan PSBB Pada Masa Transisi Menuju Masyarakat Sehat, Aman dan Produktif yang diterima di Jakarta, Senin (31/8).

Dalam diktum pertama Kepgub tersebut, bahwa perpanjangan PSBB Transisi Fase 1 diperpanjang 14 hari (28 Agustus 2020 sampai 10 September 2020).

Kemudian, pada diktum keduanya menjelaskan bahwa jika tidak terjadi peningkatan kasus baru COVID-19 secara signifikan selama perpanjangan pemberlakuan PSBB transisi dengan berdasarkan pemantauan dan evaluasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi, maka akan berlangsung perpanjangan langsung otomatis.

"Gugus Tugas COVID-19 Provinsi menetapkan perpanjangan pemberlakuan PSBB pada masa transisi menuju masyarakat sehat, aman dan produktif selama 14 hari berikutnya sejak tanggal 11 September 2020 sampai tanggal 24 September 2020," tulis Anies dalam Kepgubnya tersebut.

Dalam diktum ketiganya, Kepgub tersebut menyatakan bahwa jika terjadi peningkatan kasus baru secara signifikan berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 provinsi, maka pemberlakuan PSBB transisi fase I akan dihentikan.

Kepgub DKI Jakarta yang ditandatangani dan ditetapkan pada 27 Agustus 2020 tersebut, mulai diberlakukan sejak 28 Agustus 2020.

Jakarta Kembali Di Atas 1.000

Kepada Bergelora.com dilaporkan, sebelumnya dilaporkan, kasus baru Corona Virus Desease 2019 (COVID-19) harian di Jakarta kembali berada di atas 1.000 yakni sebanyak 1.029 kasus, Senin (31/8).

Ini merupakan kedua kalinya jumlah penambahan kasus COVID-19 di atas 1.000, setelah pada Ahad (30/8) kasus baru di Jakarta memecahkan rekornya sendiri dengan jumlah 1.114 kasus.

Dengan pertambahan kasus baru sebanyak 1.029 ini, total kasus paparan akibat COVID-19 ini di Ibu Kota menjadi 40.309 kasus, bertambah sangat signifikan dari sebelumnya sejumlah 39.280.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia di Jakarta, menerangkan bahwa penambahan 1.029 kasus COVID-19 ini, 584 kasus adalah hasil penelusuran kasus pada 30 Agustus 2020 dan 445 kasus adalah akumulasi data dari 28 Agustus dan 29 Agustus yang baru dilaporkan.

Berdasarkan data dari Pemprov DKI Jakarta, pertambahan kasus sebanyak 1.029 kasus ini lebih tinggi dibanding penambahan pada Sabtu (29/8) sebanyak 888 kasus, pada Jumat (28/8) sebanyak 816 kasus, pada Kamis (27/8) sebanyak 820 kasus, pada Rabu (26/8) sebanyak 711 kasus, pada Selasa (25/8) sebanyak 636 kasus, dan pada Senin (24/8) sebanyak 659 kasus.

Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyatakan sampai dengan 30 Agustus 2020, sudah ada 728.122 sampel (sebelumnya 722.794 sampel) yang telah diperiksa dengan tes Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk mengetahui jejak COVID-19 di lima wilayah DKI Jakarta lewat 54 laboratorium.

Untuk tes tanggal 30 Agustus 2020 sendiri dilakukan tes PCR sebanyak 5.328 spesimen. Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 4.315 orang dites PCR untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 584 positif dan 3.731 negatif.

"Untuk jumlah orang dites PCR sepekan terakhir sebanyak 56.815, untuk rate tes PCR total per satu juta penduduk sebanyak 59.713," tuturnya.

Dwi menjelaskan jumlah kasus aktif yang terpapar penyakit pneumonia akibat virus corona jenis baru (COVID-19) itu di Jakarta saat ini, sebanyak 8.569 orang (bertambah 609 dari sebelumnya 7.960 orang) yang masih dirawat/isolasi.

Sedangkan, dari jumlah kasus konfirmasi secara total di Jakarta pada Senin ini sebanyak 40.309 kasus, ada 30.538 orang dinyatakan telah sembuh (bertambah 404 dibanding hari sebelumnya 30.134 orang), sedangkan 1.202 orang (bertambah 16 dibanding sebelumnya 1.186) meninggal dunia.

Dalam persentase, tingkat kesembuhan di Jakarta adalah 75,8 persen (sebelumnya 76,7 persen) dan tingkat kematian tiga persen (sama seperti sebelumnya). (Enrico N. Abdielli)

Add comment

Security code
Refresh