Politik
Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri, Zudan Arif Fakrulloh. (Ist)
TEGAL - Betul-betul 'Pasukan Anti Prei' seperti judul lagu NDX AKA, grup musik bergenre Hip Hop Dangdut berbasis di Yogyakarta. Itulah yang dilakukan Korps Dukcapil selama 4 hari berturut-turut sejak Rabu hingga Sabtu (28-31/10/2020). 
 
Di saat banyak keluarga menghabiskan waktu libur panjang mereka untuk plesiran atau pulang kampung bercengkerama dengan keluarga, sebanyak 442 Dinas Dukcapil kabupaten/kota di 34 provinsi malah berkutat memeras keringat melayani masyarakat yang membutuhkan dokumen kependudukan. 
 
"Bila satu kantor Disdukcapil rata-rata melibatkan 5 personel saja, maka sedikitnya ada 2.500 ASN Dukcapil yang kerja lembur di hari libur. Mereka menggelar layanan jemput bola (jebol) mendatangi warga melayani perekaman data KTP-el, Kartu Keluarga, Kartu Identitas Anak, berbagai jenis akta, dan layanan administrasi kependudukan lainnya," tutur Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri, Zudan Arif Fakrulloh saat meninjau langsung pelayanan adminduk hari libur di Tegal, Jawa Tengah, pada hari Jumat dan pada hari Sabtu di Kabupaten Bantul DIY.  (31/10/2020).
 
Penduduk tak perlu mendatangi kantor Dukcapil untuk mengurus dokumen kependudukan, melainkan justru petugasnya yang datang menghampiri. 
 
"Warga tak perlu datang ke Dukcapil karena sudah ada layanan digital online bagi warga perkotaan. Nah, kali ini kami yang menghampiri masyarakat yang tak mungkin mendatangi kantor Dukcapil lantaran ada keterbatasan, seperti para lansia, jompo, kaum difabel, mereka yang berada di lembaga pemasyarakatan atau tinggal di pelosok terpencil," kata Dirjen Zudan.
 
Yang membuat gembira masyarakat, mereka langsung mendapatkan dokumen yang dibutuhkan langsung saat itu juga. Menurut catatan petugas Dukcapil, selama 4 hari berturut total perekaman KTP-el berjumlah 17.542 jiwa, KTP-el yang dicetak dan dibagikan langsung berjumlah 79.136 keping.
 
Tercatat pula 20 Dinas Dukcapil kab/kota dengan total transaksi pelayanan dokumen kependudukan (KK, KIA, Akta-akta, KTP-el dll) tertinggi, yaitu:
1). Brebes
2). Kota Surabaya
3). Garut
4). Kota Jakarta Selatan
5). Serang
6). Tasikmalaya
7). Kota Tangerang
8). Tulang Bawang
9). Pidie
10). Bengkalis
11). Sukabumi
12). Kota Jakarta Barat
13). Kutai Kartanegara
14). Pekalongan
15). Bogor
16). Lumajang
17). Bima
18). Kota Lhokseumawe
19). Tangerang
20). Bandung Barat
 
Kepda Bergelora.com dilaporkan, Dirjen Zudan mengaku sudah melaporkan kegiatan 'jebol' di hari libur ini kepada Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian maupun kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Rerformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo. 
 
"Terus terang saya bangga dengan semangat militansi para ASN, terutama Korps Dukcapil yang siap 'tempur' menjemput layanan langsung ke masyarakat. Ini dalam rangka menyukseskan perhelatan Pilkada Serentak, sekaligus mengejar target cakupan kepemilikan dokumen kependudukan hingga akhir tahun ini," begitu Dirjen Zudan menutup perbincangan. (Prijo Wasono)

Add comment

Security code
Refresh