Politik
Dr. Rustam Pakaya. (Ist)

JAKARTA- Pada saat melakukan vaksinasi Covid-19 nantinya, diharapkan Presiden melindungi para petugas kesehatan dari kriminalisasi, apabila terjadi dampak kesakitan ataupun kematian pada orang yang divaksinasi. Hal ini disampaikan  oleh Dr. Rustam Pakaya, Mantan Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Departemen Kesehatan RI, kepada Bergelora.com di Jakarta, Senin (21/12) setelah mempelajari kasus kematian pada perawat akibat vaksinasi Covid-19 di Amerika Serikat beberapa waktu lalu.

“Belajar dari kasus kematian di Amerika itu, sebaiknya Presiden Jokowi memberikan kepastian perlindungan penuh kepada  tenaga kesehatan yang melakukan vaksinasi. Jangan sampai dipidana karena ada dampak kesakitan ataupun kematian pada orang yang divaksinasi,” ujarnya

Dr. Rustam Pakaya mengingatkan bahwa para petugas kesehatan baik perawat ataupun dokter adalah petugas yang menjalankan tugas negara menyelamatkan rakyat Indonesia dari ancaman Covid-19.

“Karena mereka menjalankan tugas negara secara professional. Jaga-jaga saja aga jangan sampai ada yang terkena side effect berat dari vaksinasi Covid-19. Kemudian petugas yang disalahkan atau bahkan dikriminalisasi,” ujarnya.

Menurutnya, jika tidak ada kepastian perlindungan dari negara pada petugas kesehatan maka kekuatiran para petugas kesehatan akan mengganggu program penanganan Covid-19 dan ketidak pastian pada masyarakat.

“Jadi harus ada yang bertanggung jawab secara penuh. Jangan sampai petugas kesehatan yang dilapangan yang harus memikul tanggung jawab berat jika ada akibat dari vaksinasi,” tegas Rustam Pakaya.

Dengan demikian petugas kesehatan sebagai pelaksana dilapangan bisa bekerja maksimal tanpa ragu-ragu lagi.

“Jika tidak ada kepastian perlindungan. Akan semakin memperkuat kekuatiran tenaga kesehatan. Kalau mereka mogok bisa kacau semua program penangan covid di NKRI. Terserah presiden apakah mau bikin Perppres atau Keppres. Yang penting semua petugas kesehatan yang akan menjalani tugas vaksinasi bisa aman dan nyaman dalam bekerja,” ujarnya.

Pingsan Atau Meninggal?

Sebelumnya sempat diberitakan, seorang perawat pingsan dan kemudian dikabarkan meninggal dunia setelah menerima suntikan vaksinasi Covid-19 buatan Pfizer di Alabama, Amerika Serikat. Sebuah video clip menyebar menunjukkan seorang perawat menjalani vaksinasi, kemudian akhirnya lunglai dan terjatuh.

"Maaf, saya merasa sangat pusing," kata perawat itu, di tengah pembicaraan dengan pers. Dia kemudian lunglai dan pingsan di pelukan dokter terdekat.

Video clip yang sempat dimuat WRCB Channel 3 Eyewitness News dan WTVC-TV NewsChannel 9 di Amerika Serikat.

Erin Marie Olszewski seorang mantan prajurit Angkatan Darat di Amerika Serikat memposting klip dari WRCB Channel 3 Eyewitness News di Facebook.

"Watch this nurse pass out after receiving the COVID vaccine. It’s so safe though, right?" tulis Olszewski. "Why do people continue to follow these rabid dictators?"

Olszewski menyampaikan kepada USA TODAY  bahwa ini disebabkan “correlation does not imply causation," sehingga tidak mungkin untuk mengetahui apakah vaksin menyebabkan perawat pingsan.

"How can you say beyond a reasonable doubt that the vaccine didn’t cause this?" katanya.

Sebelumnya, Tiffany Dover, seorang manajer perawat dari Catholic Health Initiatives Memorial Hospital di Chattanooga, Tennessee, pingsan tak lama setelah dia menerima vaksin COVID-19 pada hari Kamis (17/12) lalu. Namun pihak rumah sakit dan otoritas kesehatan setempat membantah Tiffany Dover meninggal dunia. (Web Warouw)

Add comment

Security code
Refresh