Politik
Truk sampah di depan Kantor Kabupaten Jember, Senin (4/1). (Ist)

JEMBER- Dipenghujung pemerintahan Bupati Jember, dr. Faida, serangan mendeskreditkannya terus dilakukan. Aksi-aksi yang selama ini digerakkan para politisi dan birokrat korup ini tidak segan-segan mengadu-domba dan memutar balikkan fakta menebar fitnah. Belakangan, puluhan sopir truk sampah dikerahkan parkir di depan Kantor Pemerintahan Kabupaten. Alasan tidak ada BBM untuk mengoperasikan pengangkutan sampah diseluruh kota.  

Memang ada pihak-pihak yang sengaja membuat citra Bupati Jember dr. Faida jelek di mata masyarakat. Hal ini ditegaskan oleh Gatot Triyono selaku Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Jember.

“Itu semua bohong. Faktanya anggaran BBM untuk truk pengangkut sampah tersebut telah dicairkan pada bulan Desember 2020 lalu,” ujarnya ketika dihubungi di Jember, Senin (4/1).

Ia menunjukkan bukti pencairan dan  data dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah. Pada bulan Desember 2020 tercatat Dinas Lingkungan Hidup telah 12 kali mencairkan anggaran BBM dengan total anggaran sebesar Rp. 310.437.052.

Dijelaskan, anggaran tersebut digunakan untuk membiayai operasional BBM bulan Oktober, Nopember, Desember dan persediaan BBM di bulan Januari ini.

"Untuk BBM bulan Desember dan persediaannya telah dicairkan 4 tahap," ujar Gatot.

Perinciannya ia menjelaskan, pencairan tahap 1 pada tanggal 17 Desember 2020 sebesar Rp. 36.446.423 dan tahap 2 pada tanggal 23 Desember 2020 sebesar Rp. 36.697.000. Sedangkan untuk tahap 3 dan tahap 4 dicairkan pada tanggal 29 Desember 2020 dengan total nilai anggaran sebesar Rp. 80.245.000.

“Dari data BPKAD, pada bulan Desember kemarin sudah bisa membeli persediaan BBM sehingga hari ini bisa digunakan untuk operasional BBM truk pengangkut sampah. Setidaknya, untuk minggu pertama awal tahun 2021 masih aman,” katanya.

Kepada Bergelora.com dilaporkan,  penjelasan Gatot dibenarkan oleh Sutrisno, salah satu driver truk sampah Disperindag Jember yang menuturkan, kebutuhan untuk pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) bulan November dan Desember sudah dipenuhi dan cair.

“Setiap harinya kami wajib melayani pengangkutan sampah dari Pasar Kepatihan dan Pasar Tanjung. Tidak ada masalah BBM karena sudah dipenuhi dan cair seperti biasanya,” terang Sutrisno

Anehnya, sebelumnya, ketika ditemui, para sopir truk sampah yang parkir dihalaman kantor Kabupaten mengatakan tidak tersedianya anggaran BBM, sejak awal tahun 2020.

“Iya masih nunggu kepastian anggaran BBM cair. Jika tidak, kami ya tetap  mogok. Bukan hanya bulan ini. Sekitar dua bulan lalu anggarannya sudah tersendat. Apalagi kami juga belum bayaran. Jadi kami sudah tidak mampu lagi pak”, kata Seninjar, sopir yang mogok kerja.

Sementara itu sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Aris Maya Parahita menjelaskan, kondisi truk sampai saat ini masih bisa beroperasi. Namun, hanya saja memang tidak ada bahan bakarnya.

"Ya memang kondisinya mobil truk masih bisa beroperasi hanya saja, tidak ada bahan bakarnya," ujarnya di depan Pemkab Jember pada hari yang sama.

Masyarakat Jember sebenarnya sudah jengah dengan berbagai manuver oknum-oknum yang selama ini mengganggu pelayanan masyarakat.

“Lah uang yang sudah cair untuk sopir terus kemana? Koq bisa gak sampai ke sopir? Bosen dengar kebohongan terus-terusan begini yang bikin keributan. Kayaknya dendam banget sama bu Faida,” ujar pak Puji pedagang keliling di Pasar Tanjung, Jember secara terpisah menanggapi Aris Maya. (Sutami)

Add comment

Security code
Refresh