Politik
Dr Kurtubi, pakar energi. (Ist)

JAKARTA- Untuk mempercepat tercapainya kesejahteraan masyarakat, sebaiknya pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) yang ada di perut bumi  harus terus diluruskan dan disempurnakan agar sesuai dengan Konstitusi. Meski sudah merdeka 75 tahun, Pengelolaan SDA yang tidak terbarukan  yang ada diperut bumi tidak dan masih belum sepenuhnya sesuai dengan konstitusi,-- terlalu menguntungkan penambang. Hal ini ditegaskan oleh, Dr. Kurtubi, Alumnus Colorado School of Mines Amerika Serikat dan Institut Francaise du Petrole, Prancis kepada pers Senin (11/1).

“Contoh di tambang batubara. Hingga saat ini masih menggunakan rezim konsesi/Perizinan (IUP) dan rezim kontrak karya (PKP2B).  Yang di sektor migas, kedua sistem ini sudah sejak tahun 1970,” tegasnya.

Kepada Bergelora.com dilaporkan, rezim konsesi dan kontrak karya (PKP2B)  sudah tidak dipakai lagi karena merugikan negara.

“Penambang   bayar tax yang tarifnya relatif rendah hanya sekitar 30%. Mengikuti UU Perpajakan  + Royalti/PNBP hanya sekitar 5%).  Padahal kekayaan bahan tambang diperut bumi adalah milik negara.  Sementara dalam sistem konsesi dan  kontrak karya, negara tidak mengontrol semua pengeluaran dari penambang yakni biaya-biaya eksplorasi dan produksinya,” jelasnya.

Model seperti ini menurutnya, pembiayaannya rawan mark-up. Semua biaya yang dikeluarkan oleh penambang akan menjadi pengurang pajak dan royalti yang harus dibayar. Negara hanya mengandalkan audit dari akuntan publik yang dibayar oleh penambang.

“Beda jauh dengan sektor migas sebelum berlakunya Undang-Undang Migas No. 22/2001. Semua biaya dan pengeluaran perusahaan atau kontraktor migas harus dikontrol dan disetujui oleh Pertamina sebagai Pemegang Kuasa Pertambangan,” ujarnya.

Kurtubi mengingatkan,  mestinya agar negara memperoleh pemasukan yang maksimal dari pengelolasn SDA yang ada diperut bumi, jangan lagi pakai rezim konsesi yang merupakan warisan kolonial yang didasarkan atas Undang-Undang Pertambangan zaman kolonial (Indische Mijnwet) 1890 dan jangan lagi pakai Kontrak Karya. (Web Warouw)

Add comment

Security code
Refresh