Politik

Presiden Amerika Serikat, Barack Obama dan Presiden Kuba Raúl Castrodalam pertemuan bersejarah di Summit of the Americas di Panama (Pablo Martinez Monsivais/AP)‏ (Ist)Presiden Amerika Serikat, Barack Obama dan Presiden Kuba Raúl Castrodalam pertemuan bersejarah di Summit of the Americas di Panama (Pablo Martinez Monsivais/AP)‏ (Ist)JAKARTA- Presiden Amerika Serikat, Barack Obama telah memutuskan untuk menghapus Kuba dari daftar negara-negara yang mensponsori terorisme. Hal ini ditegaskan oleh Gedung Putih dalam sebuah pesan kepada Kongres Selasa (14/4).

 

Seperti yang dilansir oleh The Washington Post, keputusan yang sudah lama ditunggu-tunggu ini menghilangkan hambatan utama bagi hubungan diplomatik antara kedua negara. Obama dan Presiden Kuba Raul Castro sudah merencanakan perbaikan hubungan ini sejak Desember tahun lalu.

Konggres Amerika Serikat memiliki waktu 45 hari untuk mempertimbangkan kebijakan Presiden Obama ini sebelum diterapkan. Voting Konggres mendukung kebijakan ini.

Dalam sebuah konferensi pers hari Sabtu (11/4), Obama mengatakan bahwa mayoritas rakyat Amerika, serta mayoritas Kongres, menyetujui kebijakannya untuk kembali membuka hubungan dengan Kuba .

Kuba pertama kali ditetapkan sebagai negara sponsor terorisme pada tahun 1982, pada puncak Perang Dingin. Penghapusan Kuba akan meninggalkan hanya tiga negara pada daftar itu yaitu Iran, Sudan dan Suriah.

Dalam pemberitahuan kepada Kongres, Obama menjelaskan bahwa, berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku, disebutkan “pemerintah Kuba tidak memberikan dukungan untuk terorisme internasional selama periode enam bulan sebelumnya,” dan “telah memberikan jaminan bahwa tidak akan mendukung tindakan terorisme internasional di masa depan”

Keputusan Obama ini menyusul kesimpulan yang diberikan oleh Departemen Luar Negeri kepada Gedung Putih pekan lalu yang menyatakan bahwa Kuba layak untuk dihapus dari daftar. Dalam pernyataan terpisah, Menteri Luar Negeri John F. Kerry mengatakan bahwa rekomendasi “mencerminkan penilaian bahwa Kuba memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh Kongres untuk pembatalan”.

"Keadaan telah berubah sejak tahun 1982, ketika Kuba terdaftar karena upaya untuk mempromosikan revolusi bersenjata oleh pasukan di Amerika Latin. Saat ini bagi kami dan dunia, Kuba terlihat sangat berbeda hari ini daripada yang mereka lakukan 33 tahun yang lalu," ujarnya.

Senator Dick Durbin, seorang anggota parlemen yang berpartisipasi dalam upaya untuk mencapai kesepakatan dengan Kuba, mengatakan bahwa "Meskipun tidak ada yang suka dengan rezim Castro, tapi saya tetap percaya bahwa membuka hubungan kembali dengan Kuba akan membawa ide dan semangat Amerika untuk berbisnis akan membuat Kuba lebih terbuka dan toleran,"

Sebaliknya, anggota Konggres yang menentang keputusan Obama ini dipimpin oleh warga negara Kuba-Amerika Senator Bob Menendez dan Marco Rubio. Menurut mereka tindakan Kuba untuk mengekstradisi buronan Amerika yang tinggal di Kuba dalam banyak kasus selama puluhan tahun, tetap sebagai tindakan terorisme internasional. Namun pemerintah mengatakan bahwa tindakan seperti itu bukan merupakan bagian dari hukum.

Menjelang pengumuman Selasa lalu, Senator John McCain dari Arizona bersikap kritis terhadap keputusan itu karena Kuba memberikan perlindungan kepada buronan Amerika. Salah satunya adalah Joanne Chesimard, seorang militan kulit hitam yang menembak seorang polisi Kepolisian Negara New Jersey sampai mati pada tahun 1973 dan melarikan diri dari penjara setelah dinyatakan bersalah pembunuhan. (Calvin G. Eben-Haezer)

Add comment

Security code
Refresh