Politik

DOGIYAI- Ketua Lembaga Adat (LMA) Papua, Lenis Kogoya menegaskan bahwa pemilihan legislatif 2014 adalah pemilu terburuk di Papua.

"Suara rakyat adalah suara Tuhan, karena itu hasil pemungutan suara Pileg 2014 tidak boleh diperjualbelikan," ujarnya kepada bergelora.com di Dogiyai, Selasa (6/5) menyusul kerusuhan yang menewaskan 8 orang hari ini di Dogiyai, Papua.

 Menurutnya KPU dan Panwas Kabupaten Dogiyai tidak boleh merubah hasil pileg 2014. KPU dan Panwas harus Independen.

"Aparat keamanan TNI/Polri seharus profesional, tidak boleh bekerja atas dasar pesanan," tegasnya.

LMA Papua mendesak aparat keamanan untuk segera menangkap biang kerusuhan, tidak perduli itu Bupati, Wakil Bupati, pejabat, PNS dan siapapun.

"Apabila aparat keamanan tidak tegas terhadap pelanggar hukum, dipastikan Papua bergolak," ujarnya lagi.

Sementara menurut Elang P Oasis Rubra dari LMA Papua, sampai saat ini KPU Provinsi Papua belum bisa melaksanakan pleno.

"Masyarakat adat dihimbau untuk bisa menahan diri. Bagaimanapun bila masyarakat adat saling serang, maka korbannya adalah saudara sendiri, sesama orang Papua. Semakin banyak korban maka jumlah orang Papua makin sedikit," ujarnya. (Samuel Awom)