Politik

Dua belas orang Malaysia yang berhubungan dengan ISIS ditangkap oleh unit anti teror Malaysia (Ist)Dua belas orang Malaysia yang berhubungan dengan ISIS ditangkap oleh unit anti teror Malaysia (Ist)KUALA LUMPUR--Islamic of State Iraq and Syria (ISIS) meliris ancaman kepada sentral pelayanan kepolisian Federasi Malaysia di Bukit Aman, Kuala Lumpur.

“Bukit Aman tidak lagi akan dan mereka akan memenggal leher musuh-musuhnya,” demikian ancaman ISIS dalam majalah digital edisi Bahasa Melayu bernama Al Fathin sebagaimana dilansir http://www.utusan.com.my/, Senin (11/7) dan dikutip Bergelora.com di Kuala Lumpur (12/7).

Majalah digital Al Fathin dapat diakses melalui web https://archive.org/details/AlFatihinEdisi011, dengan password 600zaza pada 20 Juni 2016 di laman web Internet Archive melalui saluran Furat Media.

ISIS memang pernah mengeluarkan ancaman berupa peningkatan serangan di Asia dengan jumlah penduduk Islam terbesar, yakni di Indonesia, Malaysia dan Thailand.

Di bandingkan Indonesia dan Thailand, ISIS memandang sangat berkepentingan terus meningkatkan ancamannya di Malaysia, karena penduduk beragama Islam di sana jauh lebih keras menentang keberadaan mereka.

Pada 21 dan 24 Juni 2016, ISIS mengeluarkan ancaman lewat rekaman video di Malaysia. Pada Selasa, 28 Juni 2016, memang terjadi ledakan bom di Puchong, Petaling Jaya, Negara Bagian Selangor, Federasi Malaysia.

Polisi Malaysia bergerak cepat dan 15 orang berhasil ditangkap. Keberadaan malajalah digital Al Fathin, merupakan perkembangan baru teknis propaganda ISIS di Federasi Malaysia.

Kepala Polisi Negara Malaysia, Tan Sri Datuk Sri Khalid bin Abu Bakar, bahkan secara terbuka balik menantang ISIS, dengan menegaskan, kepolisian bertanggungjawab terhadap keamanan dalam negeri.

Tantangan Abu Bakar, setelah ISI mengancam akan melakukan teror di sejumlah tempat strategis di Federasi Malaysia, yakni di Petaling Jaya, Publika, Bangsar, The Curve, Mid Valley, Kuala Lumpur Centre, Kuala Lumpur Tower, Hartamas, Bukit Bintang, dan LRT Station.

Sejauh ini belum ada sikap resmi otoritas berwenang Federasi Malaysia terhadap ancaman yang dikeluarkan untuk menyerang Markas Kepolisian di Bukit Aman, Kuala Lumpur. (Aju)

 

Add comment

Security code
Refresh