Politik
Presiden Jokowi saat memberikan sambutan sebelum menunaikan Shalat Jumat di Masjid Agung, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (9/6) siang. (Ist)

TASIKMALAYA- Usai menyerahkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) di SMP Negeri 2, yang dilanjutkan dengan menyerahkan sertifikat hak atas tanah kepada perwakilan masyarakat di Balaikota, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan rombongan menunaikan Salat Jumat di Masjid Agung, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (9/6) siang.

Saat didaulat untuk memberikan sambutan pada kesempatan itu, Presiden Jokowi mengingatkan kembali, bahwa negara Indonesia adalah negara besar. Begitu banyak suku, ada 714 suku, ada 17.000 pulau, ada 516 kabupaten/kota, dan 34 provinsi, dan 1100 bahasa lokal yang berbeda-beda.

“Ini takdir Allah. Oleh sebab itu, anugerah ini harus kita rawat sebagai sebuah kekuatan dan sebagai sebuah potensi untuk kita gunakan untuk berkompetisi dengan negara lain,” ujar Presiden.

Kepada Bergelora.com dilaporkan Kepala Negara berpesan, agar dalam kehidupan sehari-hari, dalam kehidupan bermuamalah, bahwa semua adalah saudara. “Ukhuwah islamiyah (persaudaraan sesama umat Islam) harus dijaga, jangan saling menyalahkan, saling mencemooh,  menfitnah dan menjelekkan. Itu bukan budaya kita, tidak sesuai dengan nilai kesantunan dan kesopanan,” tuturnya.

Kepada Bergelora.com dilaporkan, Kepala Negara juga menekankan pentingnya menjaga ukhuwah wathoniyah (persaudaraan sesama warga bangsa). Ia menegaskan, sebagai bangsa kita berbeda-beda, ada beda suku, bahasa, tetapi semua bersaudara.

“Ini harus kita jaga. Oleh sebab itu, ukhuwah wathoniyah, persaudaraan ini harus kita jaga sebaik-baiknya. Ini sudah kodrat Allah. Tidak ada bangsa lain selain indonesia yang begitu beragam. Negara lain paling berapa. Kita ini beragam,” tutur Kepala Negara.

“Sekali lagi saya titip jaga ukhuwah islamiyah kita, ukhuwah wathoniyah. Kita jaga dengan baik, semoga Allah selalu menjaga kita, bangsa kita,” sambung Kepala Negara. (Martinus Ursia)

Add comment


Security code
Refresh