Politik
Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Nur Alam (Ist)

KENDARI - Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Nur Alam mengingatkan Aparat Sipil Negara (ASN), terutama para Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah atau SKPD  agar tidak bermain politik praktis.

“Kepala SKPD harus berkonsentrasi dengan tugas yang diembannya. Dengan begitu, instansi dinas yang dipimpinnya, bisa menunjukkan kinerja yang baik sehingga mendapatkan penilaian baik dari pimpinan atau kepala daerah,” kata Nur Alam di Kendari, Senin (12/6).

Gubernur Nur Alam menyampaikan peringatan tersebut karena akhir-akhir ada sinyalemen para ASN terutama para kepala SKPD ikut melibatkan diri dalam politik praktis. Ada di antara kepala SKPD lingkup Pemerintah Provinsi Sultra maupun Lingkup Pemeirntah Kabupaten dan Kota yang ditengarai menjadi tim sukses sejumlah kepala daerah yang akan bertarung dalam pemilihan kepala daerah serentak 2018.

“Seorang kepala SKPD yang dibutuhkan cukup loyal kepada atasan. Itu karena yang akan menandatangani setiap kenaikan pangkat atau ingin menduduki jabatan baru, adalah atasan langsung, bukan calon kepala daerah,” tegas Nur Alam.

Sebagai gubernur yang akan menghairi masa jabatanya pada Februari 2018, Nur Alam menyatakan akan mendukung calon gubernur Sultra periode 2018-2023 yang sanggup mengawal pemekaran calon Provinsi Kepulauan Buton dan mampu mewujudkan pembangunan jembatan yang menghubungkan Pulau Muna dan Pulau Buton.

“Siapa pun calon gubernur yang memiliki komitmen untuk memperjuangkan terbentuknya Provinsi Kepulauan Buton dan membangun jembatan penghubung Pulau Muna dan Pulau Buton, saya akan dukung dengan segala kemampuan,” kata tegas Nuralam lagi.

Selain itu, lanjut Nur Alam, gubernur selanjutnya juga harus memiliki komitmen untuk membingkai dan menyatukan masyarakat Sultra yang pluralis dalam satu kesatuan yang utuh tanpa membeda-bedakan antar daerah yang satu dengan lainnya.

Dalam mendistribusikan kebijakan lanjut Nur Alam, gubernur kelak juga harus secara merata ke seluruh wilayah dan tidak pilih kasih. Berbagai kebijakan seperti penataan birokrasi, kebijakan pembangunan dan kebijakan pembinaan lainnya, harus sama di seluruh wilayah Sultra.

“Kalau ada calon gubernur yang memiliki komitmen seperti itu, pasti saya dukung,” ujar Nur Alam.

Nur Alam mengaku sudah ada sejumlah figur gubernur yang meminta dukungan kepadanya. Kepada sejumlah figur tersebut, Nur Alam meminta agar berkomitmen untuk melanjutkan program pembangunan yang sudah dijalankan saat ini.

Kepada Bergelora.com dilaporkan, beberapa partai politik seperti PDI Perjuangan dan Partai Demokrat di Sultra telah membuka pendaftaran calon gubernur/wakil gubernur Sultra periode 2018-2023 dan sejumlah figur juga sudah mendaftarkan diri. Beberapa figur yang sudah mendaftarkan diri antara lain Ali Mazi (mantan gubernur Sultra periode 2003-2008), Safey Kahar (mantan bupati Buton), Asrun (Walikota Kendari), Rusda Mahmud (Bupati Kolaka Utara), Lukman Abunawas (Sekda Provinsi), Ridwan BAE (mantan Bupati Muna). (Agus Sana’a).

Add comment


Security code
Refresh