Politik
Ketua Forbides Cirebon, Tari R. Lestari dan Ketua DKR Sukabumi, Amida Sari ketika mengunjungi Siti Fadilah sehabis operasi mata di Jakarta (Ist)

JAKARTA- Dua surat dari Sukabumi kepada mantan Menteri Kesehatan, Siti Fadilah diterima Bergelora.com di Jakarta, Selasa (13/6). Surat pertama dari Ketua Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Sukabumi, Josep Adam. Surat kedua dari Ketua Forum Bidan Desa (Forbides) Sukabumi, Amida Sari.

Dear : Ibu Siti Fadilah Supari

Andai hukum di republik ini memungkinkan, biar sayalah orang yang pantas menggantikan Ibu di penjara....bukan ibu.

Ibu adalah putri pertiwi yang mengaku sebagai putri nya yang peduli akan rakyat republik ini yg telah kehilangan hak nya untuk sehat...

Ibu...tidak sedikit rakyat republik ini berhutang budi.Engkau dimata kami adalah seorang Ibu bagi rakyat miskin....

Masih segar dalam ingatan ketika saya dlm keadan putus asa krn penyakit adik ku yang sama dgn penyakit alm Suami ibu... Engkau berikan pembelajaran dan cara mengatasinya...puji syukur karena Engkau Adik ku msh bisa bertahan sampai sekarang.

Ibu....dimata kami sekeluarga Engkau adalah wanita yang perlu pemerintah republik ini lindungi bukan sebaliknya krna kebaikan dan rasa tulus dan pengabdian di atas segalanya...

Sekali lagi andai hukum di republik ini memungkinkan biar saya siap menanggung hukuman ibu...

Ibu hanya meneruskan cita2 ibu bahwa rakyat harus mendapat jaminan kesehatan yg optimal dari sistem kesehatan yg berlaku di Republik ini... Kami yang ada di daerah tidak akan dan tidak akan pernah lupa dan melupakan Sosok Siti Fadillah Supari....engkau adalah Simbol perjuangan Rakyat akan jaminan kesehatan rakyat...

Kami tidak akan diam melihat ketidak adilan ini kami akan bergerak dan berjuang sekuat yang kami bisa di lakukan...

Kami ada di samping mu...kami tidak rela jika ibu sendiri yang menanggung ini semua.

....Ibu ijinkan sy dan keluarga untuk meneruskan perjuangan mu walau kecil perjuangan kami

....kami tidak ingin tangis ini terdengar tapi biarlah tangis kami di ganti dgn sebuah anugrah dari Tuhan..... Teriring do'a kami untuk ke Sehatan Ibu... Tetap Semangat kami tidak akan pernah meninggalkan Ibu.....                       

Salam Penuh Hormat, Josep Adam, Ketua DKR Sukabumi                       

Pesan Cinta

Bersamaan dengan itu, Bidan Desa Amida Sari menuliskan suratnya yang mengingat jejak perjuangan Siti Fadilah dikalangan bidan desa.

Surat cinta tuk ibu siti fadilah supari dr bidan desa cicantayan kabupaten sukabumi.

Ku kenal namanya dg sebutan sfs, nama yg tak asing di dengar beliau adalah mantan menkes yg banyak sekali membuat perubahan di negara ini, keberpihakan nya terhadap rakyat kecil membuat beliau di kenal sebagai tokoh perempuan yg hebat dan luar biasa berani, dengan sebuah karya nya mengabdikan kepada bangsa ini siti fadilah supari berhasil merubah paradigma ketidak sadaran masyarakat terhadap kesehatanenjadi masyarakat sadar akan kesehatan contohnya beliau membentuk pemberdayaan masyarakat dg forum silaturahmi di desa, yg tak asing di dengar oleh masyarakat yaitu desa siaga, dg desa siaga masyarakat sigap dan cepat tanggap dalm upaya kesehatan masyarakat di desa. Hal ini ini di buktikan dengan adanya, dasolin (dana sosial ibu bersalin) dasolkes (dana sosial kesehatan) dan pos, pos kesehatan di setiap desa dengan adanya poskesdes, di mana masyarakat mampu di berdayakan dalam hal ini masyarakat sadar akan penring nya hidup sehat di desa desa. Dengan adanya keberhasilan desa siaga masyarakat mendapatkan obat seribu, dan selalu siap antar jaga dalam pembangunan masyarakat desa yg gotong royong sebagai simbol bahwa indonesia menganut ideologi pancasila spt tertera dalam sila ke lima. Terobosan siti padilah adalah sebagai terobosan startegi bagi kesehatan indonesia, melalui pelopor perempuan bidan di desa siti fadilah mampu menyebarkan bahkan mengangkat bidan di desa untuk menjadi ujung tombak garda terdepan dalam mewujudkan desa siaga.

Kini engkau wanita yg berjasa, sudah tua renta harus merasakan dingin nya hotel prodeo pindok bambu, sebagai anak mu bidan desamu ini sampai saat ini bertanya,,, apakah salahmu ibu? Sehingga negara begitu kejam padamu? Apakah jasamu di pandang sebelah mata di negara ini ibu? Kami bidan desamu tak yakin dengan tuduhan itu untukmu? Jika engkau bersalah knp mereka hrs membidikmu saat engkau tak menjadi mentri lg? Saat usiamu sudah terlalu tua,

Di mana letak keadilan bagi perempuan berprestasi ini? Bagi perempuan yg banyak memberikan kontribusi bagi negara ini, dan karyamu takan pernah di lupakan rakyatmu ibu, akan selalu ku ingat jasamu sepanjang waktu di desa yg kami snggahi ini ibu. Keadilan akan selalu berpihak pada yg benar,,,dzohiriyahmu telah di dzolimi tapi tidak di mata rakyat yg mersakan jasamu dan juga tdk di mata Allah swt ibu.                       

Salam sayang selalu, Bidan Desa Amida dari Sukabumi (Calvin G. Eben-Haezer)                      

Add comment


Security code
Refresh