Politik
Pelarangan aplikasi Whatsapp di China (Ist)

JAKARTA-  Bukan hanya memblokir applikasi Whatsapp, Pemerintah China juga akan segera memblokir vasilitas VPN (virtual private network) di seluruh China. Hal ini dinyatakan oleh kontributor Bergelora.com, Alexander Pakasi di Beijing, China Rabu (27/9). Menurutnyanya  saat ini semua orang asing kebingungan karena sudah tidak bisa menggunakan applikasi Whatsapp.

“Kalau mau makai Whatsapp, musti lewat VPN. Tapi sebentar lagi juga VPN di blokir pemerintah China,” tegasnya.

Akhirnya semua warga asing memilih menggunakan Wechat, applikasi buatan China yang sedang popular di seluruh dunia.

Penghapusan VPN

Penghapusan VPN dibenarkan pihak Apple yang juga merencanakan untuk menghapus layanan virtual private network (VPN) dari aplikasinya di China. Langkah tersebut dilakukan setelah menuai kritik dari penyedia layanan VPN.

Dalam sebuah pernyataan, juru bicara Apple mengkonfirmasi rencana menghapus VPN dari AppStore. Sejumlah aplikasi VPN yang dihapus merupakan yang dianggap tidak mematuhi peraturan China, termasuk layanan yang berbasis di luar negeri.

Atas keputusan tersebut sejumlah pihak menuduh Apple tunduk terhadap tekanan badan regulasi China.

Langkah itu dilakukan sebagai reaksi atas undang-undang yang diterbitkan pemerintah China pada Januari lalu. Undang-undang tersebut berusaha melarang penggunaan semua VPN yang tidak disetujui oleh regulator di negara bagian. Dengan kata lain, VPN harus disetujui terlebih dahulu dan telah menggunakan infrastruktur jaringan negara.

Hingga saat ini pemerintah China telah menutup puluhan penyedia layanan asing yang berbasis di negaranya. Berikutnya mereka akan memperketat kendali atas penggunaan internet, terutama jelang kongres Partai Komunias pada Agustus nanti.

Keputusan Apple merupakan pertama kalinya bagi perusahaan asing mematuhi permintaan pemerintah lokal. Sementara penyedia VPN justru tidak mendukung rezim penyensoran yang kian memperketat aktivitas warganya di China.

Sejumlah penyedia VPN asing seperti ExpressVPN dan VyprVPN mengaku telah menerima pemberitahuan dari Apple sejak Sabtu (29/7). Perusahaan tersebut mengaku kecewa dengan keputusan Apple yang dianggap mendukung pembatasan di Negeri Tirai Bambu.

"Kami sangat kecewa karena Apple memilih tunduk dengan pada tekanan pemerintah. Padhaal akses internet merupakan hak asasi manusia dan Apple diharapkan bisa menghargai hal itu," ungkap Sunday Yokubaitis, presiden Golden Frog, VyprVPn kepada Reuters.

Seperti diketahui, pengguna internet di China kerap menggunakan VPN untuk menjegal pembatasan akses ke sejumlah situs asing.

Upaya Apple mematuhi permintaan pemerintah China disinyalir sebagai dorongan untuk memuluskan bisnis dan lokalisasi kontennya di sana. Terlebih saat ini Apple diketahui akan menunjuk seorang petinggi untuk mengembangkan bisnisnya di China.

Selain Whatsapp ada banyak aplikasi lain yang juga diblokir di ChinaHal ini terjadi lantaran pemerintah China terlalu ketat memberi aturan penyensoran terhadap aplikasi asing di negara tersebut. Biasanya ada dua alasan dibalik kebijakan penyensoran, politik dan ekonomi.

Belakangan, pemerintah China terus memperkuat sensor negaranya yang dikenal sebagai Great Firewall, meniru istilah peninggalan sejarah terkenal di China, Great Wall (Tembok Besar China).

Berikut beberapa aplikasi yang tidak akan ditemukan di negara tirai bambu tersebut:

1. Google

Pelbagai layanan Google tak dapat diakses dari China. Layanan Gmail hingga pencarian Google, semua tak bisa digunakan.

2. Facebook

Media sosial Facebook sudah tak bisa diakses di China sejak 2009. Saat itu, popularitas Facebook tengah meledak di dunia. Pemerintah China segera membentengi negaranya. Kebijakan ini membuat aplikasi media sosial lokal berkembang.
3. Instagram

Instagram ditolak pemerintah China setelah protes kelompok pro-demokrasi di Hongkong pada 2014 lalu mencuat. Sebab, saat itu Instagram digunakan untuk mempopulerkan gerakan protes tersebut lewat #OccupyCentral, demikian dilaporkan The Verge.

4. Twitter

Twitter juga menjadi salah satu momok bagi pemerintah China. Pasalnya, pada 2009 peristiwa Arab Spring dan Revolusi Hijau Iran dipelopori dari media sosial ini.
5. Snapchat

Layanan media sosial yang populer di kalangan generasi muda ini juga tak mendapat tempat di China.

Serupa dengan larangan Google dan Facebook, larangan ini sepertinya juga untuk melindungi pasar domestik China dari serangan perusahaan barat. Hal ini dilakukan pemerintah agar usaha lokal punya waktu untuk mengembangkan jaringan sendiri.

6. Pinterest

Baru tahun ini Pinterest ikut dilarang di China. Sebelumnya, layanan berbagi konten itu bebas diakses di negeri itu lantaran konten yang dibagi di platform ini termasuk kategori "aman".

Biasanya orang hanya berbagi hobi mereka di Pinterest. Namun, alasan perlindungan pasar dalam negeri melatari kebijakan ini, ketimbang alasan politik.

7. Website

Beijing melakukan sensor terhadap ribuan website, hasil pencarian juga disensor. Website yang disensor tak hanya terkait pornografi, tapi juga situs-situs yang mengkritik pemerintah komunis China atau yang mengangkat isu sensitif seperti hak asazi manusia.

8. E-book dan video

 

Pemerintah China juga membuat sensor ketat terhadap konten digital. Konten Apple iBook dan iTunes Movies yang menawarkan streaming karakter Disney dimatikan.
Bahkan pemerintah China juga membatasi beredarnya film barat di bioskop-bioskop di China. Dalam setahun, hanya 34 judul film barat yang boleh diputar di berbagai bioskop. (Web Warouw)

Add comment

Security code
Refresh