Politik
Ketua Umum LMND Indrayani Abdul Razak sedange memimpin aksi Ganyang Freeport di Jakarta, Selasa (10/10) (Ist)

JAKARTA- Hari ini Selasa (10/10) Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) melakukan aksi nasional terkait PT Freeport. Aksi serentak ini secara Nasional merupakan sebuah tekanan politik lewat gerakan massa kepada perusahaan-perusahaan asing terkhusus PT. Freeport Indonesia yang selama ini terus menerus melakukan manufer politik dengan mendikte pemerintah lewat kekuatan kompradornya dengan tujuan memuluskan kepentingan akumulasi kapitalnya dalam menjarah kekayaan alam bumi Papua. Hal ini ditegaskan Ketua Umum LMND Indrayani Abdul Razak kepada media.

“Sejak 1967 saat berkuasanya pemerintahan orde baru, kekayaan sumber daya alam bangsa kita mulai dijadikan sebagai produk politik balas budi pemerintah Orde Baru kepada negara-negara imperialis yang telah membantunya melanggeng dikekuasaan. PT. Freeport mulai melakukan kegiatan eksplorasi penambangannya sampai hari ini dengan berbagai kemudahan yang diberikan oleh republik. Selama 50 tahun freeport ada dibumi Indonesia sumbangsih apa yang telah diberikan buat republik dan masyarakat papua?!? Tidak lain hanya lubang besar bekas lahan pertambangan, kerusakan Ekologi, Kemiskinan, PHK Buruh, kematian dan hanya sedikit pajak yang diberikan kepada pemerintah,” tegasnya.

Ia menjelaskan, berbagai macam manufer politik yang dilakukan freeport agar tetap mempertahankan status quo terhadap penguasaan bumi Papua. Freeport menyusun & mempermainkan Regulasi, mengintervensi kekuatan politik & Ekonomi, mengancam PHK, menggugat ke Arbitrase.

“Freeport juga tidak melakukan kewajibannya dalam membangun smelter. Menolak divestasi 51% bahkan pemerintah yang mewakili negara dibuatnya tunduk dan patuh terhadapnya,” tegasnya.

Oleh karena itu Eksekutif Nasional Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EN-LMND) menginstruksikan secara Nasional kepada seluruh kader LMND untuk melaksanakan aksi serentak dengan seruan " Ganyang Freeport sebagai Simbol Neokolonialisme".

“Untuk hari ini, aksi nasional ini akan dilaksanakan di 13 Provinsi dan 23 kabupaten kota dan akan terus dilanjutkan dengan aksi aksi selanjutnya oleh kawan-kawan kami di daerah yang lain,” jelasnya.

Dari aksi ini LMND secara Nasional mendesak pemerintah agar tegas bersikap untuk mengakhiri struktur ekonomi kolonial Freeport serta mendorong pembangunan smelter secepatnya untuk pengolahan dan pemurnian agar tidak lagi terjadi ekspor kosentrat

“Pentingkan Kedaulatan Nasional dan akhiri perlakuan khusus kepada Freeport dan perusahan-perusahan asing yang menjarah republik,” tegasnya.

Ia menegaskan juga, prinsip pengelolaan kekayaan Sumber Daya Alam Indonesia harus mengabdi pada demokrasi ekonomi sesuai dengan pasal 33 UUD 1945

“Mendesak kementrian keuangan, BUMN dan ESDM agar lebih mementingkan kepentingan Nasional dan menghentikan manufer politik Freeport,” tegasnya.

LMND juta mendesak Pemerintahan Jokowi - JK agar menjalankan Trisakti dan Nawacita secara konsekuen dalam segala sektor.

“Jika Freeport menolak tunduk pada kedaulatan pemerintah maka silahkan angkat kaki dari republik ini. Usir Freeport dari Indonesia! Melawan Freeport sama dengan Memenangkan Pancasila!” (Web Warouw)

 

Add comment


Security code
Refresh