Politik
Presiden Jokowi saat melantik Sri Sultan HB X dan KGPAA Paku Alam X sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DIY periode 2017-2022 di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/10) sore. (Ist)

JAKARTA- Seusai mengikuti kirab budaya dari Istana Merdeka, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik Sri Sultan Hamengku Buwono X dan KGPAA Paku Alam Xsebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta periode 2017-2022 di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/10) sore.

Pelantikan itu dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden 107/P tahun 2017 tentang Pengesahan Pemberhentian Gubernur dan Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta 2012-2017 dan Pengesahan Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta 2017-2022 tanggal 6 September 2017.

Acara diawali dengan mengumandangkan lagu Indonesia Raya diiringi oleh korps musik Paspampres. Kemudian, pembacaan Surat Keputusan Presiden serta pengambilan sumpah jabatan yang dipimpin langsung oleh Presiden Jokowi.
“Demi Allah saya bersumpah akan memenuhi kewajiban saya sebagai gubernur/wakil gubernur dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 dan menjalankan segala Undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya serta berbakti kepada masyarakat, nusa dan bangsa,” kata Sri Sultan Hamengkubuwono dan KGPAA Paku Alam X mengikuti sumpah yang disampaikan Presiden Joko Widodo.

Upacara pelantikan dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara oleh Presiden, Gubernur, dan Wakil Gubernur di meja penandatanganan. Suasana pelantikan yang berlangsung khidmat ini kemudian ditutup dengan mengumandangkan lagu Indonesia Raya diiringi oleh korps musik Paspampres.

Setelah itu Presiden bersama Ibu Iriana Joko Widodo kemudian memberikan ucapan selamat kepada Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X, yang diikuti oleh para tamu undangan yang hadir.

Tampak hadir dalam acara tersebut antara lain Ketua DPD Oesman Sapta Oedang, Menko Polhukam Wiranto, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, dan Menteri PAN RB Asman Abnur.

Sebagaimana diketahui Sultan Hamengku Buwono X dan Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Paku Alam X sebelumnya telah ditetapkan kembali sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DIY untuk periode 2017-2022 melalui rapat paripurna istimewa DPRD DIY pada 2 Agustus 2017.

Penetapan ini berdasarkan Undang-Undang (UU) Keistimewaan DIY Nomor 13 Tahun 2012. Masa jabatan Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Sri Paduka Paku Alam X sebagai Gubernur DIY dan Wakil Gubernur DIR periode 2012-2017 berakhir pada 10 Oktober 2017. 

Kekuatan Pantai Selatan

Sementara itu, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X mengatakan, akan memprioritaskan Samudera Indonesia Samudera Hindia menjadi kekuatan baru Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal ini dilakukan karena menurutnya relatif DIY itu kecil, dan tanahnya juga sangat terbatas.

Presiden Jokowi berjalan bersama Gubernur dan Wakil Gubernur DIY melakukan kirab dari Istana Merdeka menuju Istana Negara, Selasa (10/10). (Ist)

“Tidak mungkin lagi kita bicara sektor tanaman menjadi kekuatan baru. Sehingga kami mencoba Pantai Selatan itu bisa menjadi kekuatan baru. Jadi sesuai dengan strategi maritim kita harapkan pengembangan bahari,” kata Sultan HB X kepada wartawan usai pelantikan dirinya sebagai Gubernur DIY bersama KGPAA Paku Alam X sebagai Wakil Gubernur DIY periode 2017-2022 oleh Presiden Joko Widodo, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/10) sore.

Untuk membangun Pantai Selatan itu, menurut Gubernur DIY itu,tidak sekedar fasilitasi untuk pendaratan kapal, pengadaan kapal. Tapi bagaimana masyarakat DIY itu itu bisa berbudaya maritim, karena memang negara kita ini memang disatukan lautan.

“Jadi budaya maritim itu yang selama ini sudah ada sebagai dasar filosofi atau budaya masyarakat di Jawa itu saya kira itu perlu dibangkitkan kembali, dihidupkan kembali, bisa menjadi kekuatan baru. Masyarakat yang egaliter itu seperti itu,” tutur Sultan HB X.

Gubernur DIY Sri Sultan HB X menegaskan, untuk menghidupkan kembali budaya maritim itu tidak hanya dilakukan melalui pendidikan. Ia mengingatkan, bahwa masyarakat Jawa itu masyarakat egaliter, berarti sebetulnya masyarakat maritim juga, karena masyarakat egaliter itu tidak pernah mempertanyakan asal, usul, dan agamanya.

Jadi, di dalam menopang strategi maritimnya Pemerintah Pusat yang sekarang juga bicara menyangkut masalah kebangsaan dan sebagainya, menurut Sultan HB X, kekuatan lokal itu sebetulnya sudah ada. Tinggal bagaimana di-create kembali menjadi nafas baru di dalam perubahan, tapi tetap yang dibangun masyarakat egaliter.

“Gitu ya, menghargai etnik apapun, agama apapun, tanpa mempertanyakan, membedakan sesuatu. Karena sepakatnya memang dari awal yang berbeda-beda menyatakan diri  satu. Jadi sebetulnya dengan kondisi budaya setempat sudah tune-in sebetulnya,” ujar Sultan HB X.

Kirab ke Istana Merdeka

Sebelumnya kepada Bergelora.com dilaporkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan Petikan Surat Keputusan Presiden Nomor 107P/2017 tentang Pengangkatan Sri Sultan Hamengku Buwono X dan KGPAA Paku Alam X sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DIY masa Jabatan Tahun 2017-2022, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (10/10) sore.

Usai menyerahkan petikan SK tersebut, Presiden Jokowi yang menggunakan setelan jas hitam, kemeja putih, dasi merah dan peci hitam. Dalam kirab tersebut, Presiden Jokowi berjalan bersama Gubernur dan Wakil Gubernur DIY yang mengenakan Pakaian Dinas Upacara lengkap yang berwana putih melakukan kirab dari Istana Merdeka menuju Istana Negara.

Dengan dikawal oleh Pasukan Pengamanan Presiden bersenjata dan marching band Paspampres yang mengiringi membawakan lagu Maju Tak Gentar, Presiden Jokowi berjalan bersama Gubernur dan Wakil Gubernur DIY melintasi halaman belakang Istana Merdeka. Ikut serta dalam kirab tersebut Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo.

Sekitar pukul 16.05 WIB, Presiden Jokowi beserta peserta tiba di Istana Negara, untuk selanjutnya mengikuti prosesi Upacara Pelantikan Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai Gubernur DIY dan Paku Alam X sebagai Wakil Gubernur DIR periode 2017-2022. (Enrico N. Abdielli)

 

Add comment


Security code
Refresh