Politik
Kemendagri menyelenggarakan kegiatan pendidikan etika dan budaya politik dengan tema “Pendidikan Etika dan Budaya Politik Dalam Rangka Mendukung Agneda Demokrasi Pemilu Serentak 2019” di Kota Pontianak, Selasa (24/10). (Ist)

PONTIANAK- Dalam Mendukung Pilkada Serantak Tahun 2018 dan Pemilu Serentak 2019 Pendidikan politik memiliki peran penting sebagai bagian dalam memperkuat konsolidasi demokrasi Indonesia. Undang-Undang No. 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintah Daerah memandatkan kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan menindaklanjuti dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 36 Tahun 2010 untuk melakukan pendidikan politik. Atas dasar itu, Kemendagri menyelenggarakan kegiatan pendidikan etika dan budaya politik dengan tema “Pendidikan Etika dan Budaya Politik Dalam Rangka Mendukung Agneda Demokrasi Pemilu Serentak 2019” di Kota Pontianak, Selasa (24/10).  

Pada kesempatan itu Didi Sudiana, SE, MM, Sekretaris Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri dalam arahannya mengatakan bahwa Pendidikan politik bagi pemilih pemula sangat penting diadakan karena pemilih pemula yang baru memasuki usia hak pilih tentunya belum memiliki jangkauan politik yang luas untuk menentukan ke mana suara mereka akan dijatuhkan.

“Pentingnya pendidikan politik pemula sebagai upaya membangun kesadaran berpolitik dan memberikan pengetahuan yang memadai sehingga mereka dapat berpikir secara rasional dalam pengambilan keputusan dan penggunaan hak politik secara sadar dan rasional,” jelasnya.

Terkait dengan hal tersebut Didi Sudiana menambahkan Pada 2018 Provinsi Kalimantan Barat menyelenggarakan pilkada serentak yaitu 1 Pemilihan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur dan 5 Pemilihan Calon Bupati dan Wakil Bupati serta Pemilihan Calon Walikota dan Wakil Walikota.

“Ini momentum penting bagi pemilih muda semua yang ada disini untuk mengenal para calon pemimpin yang tidak hanya memiliki kapasitas dan integritas sebagai tokoh tapi juga memiliki visi dan misi dalam memajukan pembangunan nasional,” Pungkasnya.

Di kesempatan lain salah satu Narasumber Direktur Politik Dalam Negeri Dr. Bahtiar M.Si menekankan beberapa hal bahwa pemilu sangat penting bagi pemula muda untuk mengajarkan kesanggupan diri untuk terjun kedunia politik. Kesanggupan maksudnya, kemampuan diri untuk malakukan sesuatu yang didukung oleh kesediaan dan kemauan, sehingga pengajaran tersebut bersifat suka rela karena tanpa adanya unsur paksaan.

Pendidikan politik bagi pemilih pemula sebenarnya dimaksudkan untuk mewujudkan, setidak- tidaknya menyiapkan kader- kader yang dapat diandalkan untuk memenuhi harapan masyarakat luas. Dalam arti yang benar- benar memahami semangat yang terkandung dalam perjuangan sebagai kader bangsa. Sebagai warga Negara kita harus sanggup mengabdikan diri untuk ikut serta dalam membangun Negara. Sebagai pemula muda, peran serta dalam pembangunan dapat diwujudkan dengan upaya yang bermanfaat bagi kepentingan rakyat banyak,” jelasnya.

Kegiatan pendidikan politik yang di Kota Pontianak Kalimantan Barat ini dihadiri sekitar  150 orang peserta yang terdiri dari mahasiswa dan siswa sekolah serta organisasi kepemudaan.

Kepada Bergelora.com dilaporkan, pada kesempatan lain Kepala Sub-Direktorat Pendidikan Etika dan Budaya Politik Kemendagri, Cahyo Ariawan dalam laporannya sebagai ketua penyelenggara menyatakan bahwa  tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan masyarakat dalam menyongsong agenda pemilu serentak 2019 serta pilkada serentak Tahun 2018.

“Selain itu, agenda pendidikan politik ini diharapkan dapat meningkatan kesadaran politik masyarakat terutama bagi pemilih muda khususnya untuk berperan aktif dalam menyukseskan penyelenggaraan pemilu serentak 2019,” katanya. (Jim Kirojan)

 

Pendidikan Politik Penting Untuk Pemilih Pemula

PONTIANAK- Dalam Mendukung Pilkada Serantak Tahun 2018 dan Pemilu Serentak 2019 Pendidikan politik memiliki peran penting sebagai bagian dalam memperkuat konsolidasi demokrasi Indonesia. Undang-Undang No. 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintah Daerah memandatkan kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan menindaklanjuti dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 36 Tahun 2010 untuk melakukan pendidikan politik. Atas dasar itu, Kemendagri menyelenggarakan kegiatan pendidikan etika dan budaya politik dengan tema “Pendidikan Etika dan Budaya Politik Dalam Rangka Mendukung Agneda Demokrasi Pemilu Serentak 2019” di Kota Pontianak, Selasa (24/10).  

Pada kesempatan itu Didi Sudiana, SE, MM, Sekretaris Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri dalam arahannya mengatakan bahwa Pendidikan politik bagi pemilih pemula sangat penting diadakan karena pemilih pemula yang baru memasuki usia hak pilih tentunya belum memiliki jangkauan politik yang luas untuk menentukan ke mana suara mereka akan dijatuhkan.

“Pentingnya pendidikan politik pemula sebagai upaya membangun kesadaran berpolitik dan memberikan pengetahuan yang memadai sehingga mereka dapat berpikir secara rasional dalam pengambilan keputusan dan penggunaan hak politik secara sadar dan rasional,” jelasnya.

Terkait dengan hal tersebut Didi Sudiana menambahkan Pada 2018 Provinsi Kalimantan Barat menyelenggarakan pilkada serentak yaitu 1 Pemilihan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur dan 5 Pemilihan Calon Bupati dan Wakil Bupati serta Pemilihan Calon Walikota dan Wakil Walikota.

“Ini momentum penting bagi pemilih muda semua yang ada disini untuk mengenal para calon pemimpin yang tidak hanya memiliki kapasitas dan integritas sebagai tokoh tapi juga memiliki visi dan misi dalam memajukan pembangunan nasional,” Pungkasnya.

Di kesempatan lain salah satu Narasumber Direktur Politik Dalam Negeri Dr. Bahtiar M.Si menekankan beberapa hal bahwa pemilu sangat penting bagi pemula muda untuk mengajarkan kesanggupan diri untuk terjun kedunia politik. Kesanggupan maksudnya, kemampuan diri untuk malakukan sesuatu yang didukung oleh kesediaan dan kemauan, sehingga pengajaran tersebut bersifat suka rela karena tanpa adanya unsur paksaan.

Pendidikan politik bagi pemilih pemula sebenarnya dimaksudkan untuk mewujudkan, setidak- tidaknya menyiapkan kader- kader yang dapat diandalkan untuk memenuhi harapan masyarakat luas. Dalam arti yang benar- benar memahami semangat yang terkandung dalam perjuangan sebagai kader bangsa. Sebagai warga Negara kita harus sanggup mengabdikan diri untuk ikut serta dalam membangun Negara. Sebagai pemula muda, peran serta dalam pembangunan dapat diwujudkan dengan upaya yang bermanfaat bagi kepentingan rakyat banyak,” jelasnya.

Kegiatan pendidikan politik yang di Kota Pontianak Kalimantan Barat ini dihadiri sekitar  150 orang peserta yang terdiri dari mahasiswa dan siswa sekolah serta organisasi kepemudaan.

Kepada Bergelora.com dilaporkan, pada kesempatan lain Kepala Sub-Direktorat Pendidikan Etika dan Budaya Politik Kemendagri, Cahyo Ariawan dalam laporannya sebagai ketua penyelenggara menyatakan bahwa  tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan masyarakat dalam menyongsong agenda pemilu serentak 2019 serta pilkada serentak Tahun 2018.

“Selain itu, agenda pendidikan politik ini diharapkan dapat meningkatan kesadaran politik masyarakat terutama bagi pemilih muda khususnya untuk berperan aktif dalam menyukseskan penyelenggaraan pemilu serentak 2019,” katanya. (Jim Kirojan)

Add comment


Security code
Refresh