Politik
Menteri Koordinator Urusan Maritim dan Sumberdaya, Luhut Binsar Panjaitan (Ist)

JAKARTA- Menteri Koordinator Urusan Maritim dan Sumberdaya, Luhut Binsar Panjaitan menegaskan kembali tugas pokok dirinya sebagai menteri koordinator yaitu mengkoordinasikan dan mengendalikan tugas kementerian yang ada dibawahnya.

“Dalam hal ini yang berada di bawah koordinasi saya; Kementerian Perhubungan, Kementerian Pariwisata, Kementerian Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Namun dalam menyelesaikan pembangunan di sektor-sektor tersebut tidak mudah karena tidak terintegrasi dengan baik,” tegasnya dalam pesan yang beredar di media sosial, Rabu (2/11).

Ia menegaskan juga bahwa masih banyak lagi pembangunan yang harus diselesaikan melalui lintas kementerian.

“Kita tidak bisa berhasil jika terus mengedepankan ego sektoral. Jadi, kita harus bekerjasama dengan semua pihak,” ujarnya.

Dibawah ini pesan lengkap Menteri Koordinator Urusan Maritim dan Sumberdaya, Luhut Binsar Panjaitan yang beredar dimedia sosial dan dimuat Bergelora.com:

Selamat sore rekan-rekan yang saya hormati. Ijinkan saya sedikit menjelaskan mengenai lingkup kewenangan saya sebagai Menko Maritim.

Banyak pertanyaan dan pernyataan kepada saya sepertinya saya mengurusi semua pekerjaan yang seharusnya tanggungjawab orang lain. Dalam perjalanan Jakarta-Kupang di atas ribuan kaki di atas pesawat, saya ingin berbagi kepada teman-teman mengenai tugas sebagai Menko Maritim.

Tugas pokok sebagai menteri koordinator yaitu mengkoordinasikan dan mengendalikan tugas kementerian yang ada dibawahnya. Dalam hal ini yang berada di bawah koordinasi saya; Kementerian Perhubungan, Kementerian Pariwisata, Kementerian Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Namun dalam menyelesaikan pembangunan di sektor-sektor tersebut tidak mudah karena tidak terintegrasi dengan baik.

Solusi penyelesaian pembangunan harus dilakukan secara holistik karena itu saya berkoordinasi dengan kementerian lain. Misalnya penanganan garam ternyata ada problem lingkungan dan tanah karena itu saya menggandeng Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR).

Begitu juga pengalaman menangani Mandalika. Meski pariwisata berada di bawah koordinasi saya tapi ada persoalan sengketa tanah disana maka saya mengajak Menteri ATR agar segera mendapatkan solusi. Kini Mandalika sudah dalam tahap pembangunan dan nanti kita akan mempunyai Cruise Terminal di Pelabuhan Benoa.

Contoh lain adalah dalam penanganan LRT dan MRT. Selain koordinasi dengan kementerian di bawah saya yaitu Kementerian Perhubungan, kami juga harus berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Lingkungan Hidup, Keuangan, ATR dan Pemda. Kemarin, 28 Oktober saya meresmikan jalur penerbangan Garuda Singapore ke Danau Toba untuk akses turis mancanegara kesana, saya berkoordinasi dengan Menteri BUMN dan Garuda.

Bapak-Ibu dan teman-teman selain menangani Mandalika yang tertunda penanganannya hampir 29 tahun pemerintah juga menyelesaikan proyek pembangunan tertunda lainnya seperti Suwung lokasi pembangunan waste energy, Flight Information Region (FIR) yang hampir dilupakan orang karena 45 tahun tidak ditangani, juga reklamasi yang tidak selesai sejak jaman Pak Suharto. Kini semua dalam taraf pembangunan dan diharapkan segera selesai dengan baik. Selain itu untuk kedepan pemerintah akan membangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang sedang dirancang di Cikarang, Kerawang dan Bekasi.

Pilihan kepada daerah-daerah tersebut karena hampir 60% indusrti ada disana sehingga tidak perlu membangun kawasan baru, hemat biaya untuk para tenaga kerja terutama transportasi, pembangunan harus efektif dan berguna bagi masyarakat serta untuk kepentingan nasional.

Masih banyak lagi pembangunan yang harus diselesaikan melalui lintas kementerian. Kita tidak bisa berhasil jika terus mengedepankan ego sektoral. Jadi, kita harus bekerjasama dengan semua pihak.

Saya berharap Bapak-Ibu dan teman-teman kini paham bahwa tidak ada niat dari saya maupun kementerian lain ingin mengambil alih urusan pihak lain, semua yang kami lakukan semata-mata untuk kepentingan nasional.

Terimakasih.

Luhut Binsar Panjaitan

(Web Warouw)

 

Add comment


Security code
Refresh