Politik
Posko Menangkan Pancasila mendatangi kantor DPRD Provinsi Sulawesi tengah, di Palu, Kamis (2/11). (Ist)

PALU- Kordinator Posko Menangkan Pancasila Azman Asgara mendesak Pemerintah Pusat untuk segera mewujudkan pemenuhan hak Partisipating Interest (PI) 10 Persen terhadap masyarakat Sulawesi Tengah, sebagai wujud keadilan atas pengelolaan sumberdaya alam di Lapangan Migas Senorang, Matindok dan Tiaka yang ada di Wilayah Sulawesi Tengah.

“Desakan ini disampaikan oleh Posko Menangkan Pancasila sebagai dukungan terhadap upaya DPRD bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah yang saat ini sedang berjuang mendapatkan PI 10 Persen dari hasil pengolahan gas alam cair di lapangan milik Joint Operating Body  Pertamina Medco E&P Tomori Sulawesi (JOB-PMTS) yang saat ini beroperasi  di Kabupaten Banggai,” jelas Azman.

Desakan tersebut disampaikan setelah jajaran Posko Menangkan Pancasila Sulawesi Tengah mendatangi kantor DPRD Provinsi Sulawesi tengah, di Palu, Kamis (2/11).

Kedatangan jajaran Posko Menangkan Pancasila tersebut guna untuk mempertanyakan hasil pertemuan antara Pihak DPRD Provinsi Sulawesi Tengah dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terkait Participating Interest (PI)  10% disektor Migas minggu kemarin.

Kepada Bergelora.com dilaporkan, kedatangan jajaran Pengurus Posko Menangkan Pancasila diterima langsung oleh Ketua Komisi III Zulfakar Nasir. Dalam pertemuan tersebut  beberapa point penting yang dibicarakan dan diulas secara panjang lebar. Diantaranya, adalah mengenai Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMND) sebagai prasyarat mutlak untuk mendapatkan PI 10 Persen. Oleh kerena itu kita akan mempercepat inisiasi Rancangan Peraturan Daerah ini untuk nantinya dibahas dan ditetapkan oleh DPRD Sulawesi Tengah.

Lebih lanjut Ketua Fraksi Demokrat DPRD Sulawesi Tengah ini menjelaskan  bahwa Komisi III akan on fire mempercepat pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tersebut.

“Sebab ini merupakan potensi besar bagi daerah yang hilang percuma sejak migas kita diolah,” ujarnya.

Selain itu, Zulfakar mengatakan  dalam waktu dekat akan melakukan audiensi dengan Gubernur untuk membahas hasil kunjungan komparatif ke Jawa Timur dan sekaligus menyampaikan ke Bapak Gubernur agar sedikit "keras" di ESDM/SKK Migas untuk mendesak hak PI 10 persen dengan ketentuan semua syarat-syarat dipenuhi baik Peraturan Daerah maupun penyiapan BUMD.

Zulfakar juga menyarankan ke Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah agar dalam perjuangan mendapatkan PI 10 Persen ini sudah seharusnya melibatkan seluruh pihak, tidak cukup lagi dilakukan secara sendiri.  Seluruh jajaran pemerintahan daerah, Bupati dan DPRD Provinsi dan Kabupateng/Kota mesti dillibatkan bersama, terutama Pemerintah Kabupaten Banggai bersama Dewan Perwakilah Rakyat (DPRD) Kabupaten Banggai.

“Sudah  tentu upaya ini semua harus dipimpin dan dikoordinir langsung oleh Gubernur Sulawesi Tengah. Setelah ini terkoordinir bagus, maka selanjutnya bersama kita ke  Kementerian ESDM dan SKK Migas sebagai kunci penentu pemenuhan hak PI 10 Persen,” katanya.

Di saat yang sama Azman Asgar selaku kordinator Posko Menangkan Pancasila mengatakan bahwa Perjuangan PI ini merupakan perjuangan bersama,  perjuangan seluruh masyarakat Sulaweai Tengah dalam mewujudkan kemandirian ekonomi untuk mempercepat terealisasinya kesejahteraan sosial.

Posko Menangkan Pancasila mendukung penuh usaha dari Komisi III dalam hal mempercepat syarat-syarat diberlakukannya PI 10 Persen di sektor migas,  sehingga berdampak positif bagi pendapatan Daerah khususnya Provinsi Sulawesi Tengah, urai Asman yang juga merupakan Ketua Komite Pimpinan Kota Partai Rakyat Demokratik (KPK PRD).

"Menurut kami hal demikian merupakan langkah untuk memenangkan Pancasila di sektor Sumber daya alam khususnya Migas", tegas Azman.

Lebih lanjut dijelaskan,  metode pelibatan semua pihak seperti ini mesti terus dijaga sinergi antara legislatif dan kelompok Warga.

“Ini esensi dari Persatuan Nasional untuk mewujudkan kepentingan bersama untuk mewujudkan kemandirian ekonomi dalam suatu daerah,” tutup Azman. (Lia Somba)

Add comment


Security code
Refresh