Politik
Laksamana Perang dan ahli strategi dari Aceh, Malahayati (Ist)

JAKARTA- Akhirnya seorang perempuan, Laksamana Perang dan ahli strategi dari Aceh, Malahayati mendapatkan gelar Pahlawan Nasional. Malahayati pernah memimpin armada tempurnya di selat Malaka, mengalahkan dan mengusir Portugis dari wilayah Sumatera pada abat 15.

Setelah melakukan serangkaian kunjungan kerja ke Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Jawa Timur, serta menggelar prosesi pernikahan putrinya Kahiyang Ayu dengan Muhammad Bobby Afif Nasution di Solo, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Kamis (9/11) ini sudah kembali melaksanakan aktivitasnya di Jakarta dan Bogor, Jawa Barat.

Presiden Jokowi langung  memimpin Upacara Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional Tahun 2017, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (9/10) siang. Penganugerahan ini merupakan rangkaian acara memperingati Hari Pahlawan Tahun 2017 tanggal 10 November.

Berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI Nomor 115/TK/Tahun 2017 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional, tanggal 6 November 2017, ada 4 (empat) tokoh yang memperoleh anugerah Gelar Pahlawan Nasional

Keempat tokoh itu adalah;

Almarhum TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, tokoh dari Provinsi Nusa Tenggara Barat;

Almarhumah Laksamana Malahayati, tokoh dari Provinsi DI Aceh;

Almarhum Sultan Mahmud Riayat Syah, tokoh dari Provinsi Kepualauan Riau; dan

Almarhum Prof. Drs. H. Lafran Pane, tokoh dari Provinsi DI Yogyakarta.

Pemberian Gelar Pahlawan Nasional tersebut berdasarkan hasil sidang III Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan tanggal 19 Oktober 2017 sesuai usulan dari Kementerian Sosial.

Kepada Bergelora.com dilaporkan, berdasarkan UU No 20 Tahun 2009 Pasal 26 tentang syarat khusus untuk gelar diberikan kepada seseorang yang telah meninggal dunia dan semasa hidupnya, salah satunya adalah pernah memimpin dan melakukan perjuangan bersenjata atau perjuangan politik atau perjuangan bidang lain untuk mencapai, merebut, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan serta mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa.

Rangkaian prosesi upacara penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional 2017 diawali dengan mengumandangkan lagu Indonesia Raya dan mengheningkan cipta.  Usai pembacaan Berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI Nomor 115/TK/Tahun 2017 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional, acara dilanjutkan dengan penyerahan plakat gelar pahlawan kepada ahli waris masing-masing tokoh.

Saat upacara penganugerahan gelar Pahlawan Nasional ini, Presiden Joko Widodo hadir didampingi oleh Wakil Presiden Jusuf kalla, Menko Polhukam Wiranto, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Menteri Agraria dan Tata Ruang/ BPN Sofyan Djalil, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. (Calvin G. Eben-Haezer)

 

Add comment


Security code
Refresh