Politik
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo (Ist)

JAKARTA - Banyak pernyataan menarik yang diucapkan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dalam setiap pidato. Dengan gayanya, acapkali Menteri Tjahjo 'menyentil' dengan halus orang atau kelompok. Atau mengkritisi sebuah isu aktual dengan bahasa yang tak kasar dan vulgar.

Seperti saat hadir jadi pembicara dalam acara sarasehan bertajuk, " Indonesia, Rumah Kita," di Jakarta, beberapa waktu yang lalu.

Menurut Menteri Tjahjo, sejak sumpah pemuda, keragaman sebenarnya sudah tak dipersoalkan lagi. Tidak ada lagi, egoisme berdasarkan etnis atau asal daerah. Semuanya lebur dalam ikatan keindonesiaan. Sumpah pemuda merupakan tonggak sejarah, ketika sekat primordial dibongkar dalam satu semangat, dan satu cita-cita, menjadi bangsa Indonesia.

" Saya kira Sumpah Pemuda, lalu kita ini 72 tahun sudah merdeka, Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinekka Tunggal Ika clear sudah selesai. Ini semua ada demi utuh negara Indonesia," kata Tjahjo.

Kepada Bergelora.com dilaporkan, Tjahjo sendiri heran, ketika masih ada elemen bangsa ini yang masih mempersoalkan soal etnisitas dan stigma pribumi dan non pribumi. Kata Tjahjo, dalam kontek kewarganegaraan, tidak ada pribumi dan non pribumi. Yang ada hanya warga negara Indonesia. Setiap orang Indonesia,  adalah warga negara Indonesia. Tidak memandang, ia berasal dari etnis A atau B.

" Pas pidato juga ada yang menyinggung warga pribumi dan non pribumi, sudahlah selesai yang ada warga negara Indonesia dan warga Negara Asing," katanya. (ZKA Warouw)

Add comment


Security code
Refresh