Politik
Presiden Jokowi saat memberikan sambutan Silaturahim Peserta Rapat Koordinasi Nasional Forum Kerukunan Umat Beragama, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (28/11) sore. (Ist)

JAKARTA- Pada bagian lain pidatonya saat memberikan sambutan pada acara Silaturahim Peserta Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), di Istana Negara, Jakarta, Selasa (28/11) sore, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyinggung mengenai posisi Masjid Istiqlal di Jakarta, yang dibangun saling berdekatan dengan Gereja Kathedral oleh para pendiri bangsa Indonesia.

“Itu sebagai simbol, itu sebagai cermin, sebagai harapan kita semuanya untuk selalu hidup berdampingan, hidup rukun, hidup harmonis, hidup damai,” kata Presiden Jokowi.

Presiden menegaskan, ini negara yang sangat besar, tapi kita lupa ini anugerah dari Allah, anugerah dari Tuhan yang diberikan kepada bangsa kita Indonesia.

Lebih lanjut, Presiden Jokowi menyampaikan banyak yang sering lupakan itu, sehingga sering rakyat Ini dibawa karena pilihan politik, dibawa ke isu-isu agama, dibawa kepada isu-isu kesukuan.

“Sudah rampung itu, sudah final. Pada saat proklamator kita, pejuang kita, pahlawan kita sudah sepakat dengan pendirian negara dan bangsa ini. Jangan utak-atik itu lagi, sudah,” tegas Kepala Negara.

Kepala Negara mengutip pesan Presiden Afghanistan Asraf Ghani agar menyelesaikan secepat-cepatnya apabila ada gesekan sekecil apapun, antar tetangga, antar individu, apalagi antar suku cepat selesaikan.

“Jangan sampai apalagi antar agama,  cepat segera selesaikan, dengan risiko apapun. jangan sampai melebar kemana-mana,” tutur Kepala Negara.

Menurut Presiden, inilah tugas Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang riil, yang konkret, yang harus dilakukan, mengingatkan kepada semuanya, kepada rakyat, kepada masyarakat kepada tokoh-tokoh agar jangan bermain-main dengan hal yang sudah final mengenai kebangsaan.

Kalau masih ada bisik-bisik, Presiden Jokowi berpesan agar didengar, segera selesaikan, temukan, ajak rembukan, ajak dialog.

“Saya kira memang hal-hal seperti itu yang harus terus kita lakukan. Karena sekarang ini ada konflik kecil, yang berbahaya konflik kecil, media sosial itu main. Isunya diplintir-plintir kemana-mana, masyarakat terbakar. Ya ini yang segera harus ditemukan,” pesan Presiden.

Ia mengingatkan, jangan sampai sosial media sudah bergerak, ini belum ketemu. Ia meyakini, kalau sudah ketemu, ada media sosial, sudah enggak mempan.

Tapi kalau kecepatan semua pihak merespons sebuah masalah, sebuah problem, sebuah gesekan, itu cepat, Presiden Jokowi meyakini sosial media enggak ada artinya. “Isu apa pun sudah ketemu kok, gambarnya pajang aja, media sosial sudah beres,” ujarnya.

Kepada Bergelora.com dilaporkan, Rakornas FKUB itu diikuti oleh para tokoh dan perwakilan agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu, dari tingkat provinsi maupun tingkat kabupaten dan kota, para ketua dan sekretaris FKUB dari 34 provinsi.

Tampak hadir mendampingi Presiden Jokowi dalam kesempatan itu Menko Polhukam Wiranto, Mensesneg Pratikno, dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. (Enrico N. Abdielli)

 

Add comment


Security code
Refresh