Politik
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dihadapan awak media sebelum pelaksanaan Fit and Proper Test Marsekal TNI Hadi Tjahjanto sebagai calon Panglima Tentara Nasional Indonesia bertempat di Lobi Gedung Nusantara II, Komplek DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (6/12). (Ist)

JAKARTA- Pengamat Militer dan Intelijen dari Universitas Indonesia Connie Rahakundini Bakrie menyayangkan mutasi yang dilakukan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di akhir masa jabatannya. Apalagi, mutasi tersebut dilakukan sesaat setelah calon tunggal Panglima TNI baru, ditunjuk Presiden Jokowi.

Berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/982/XII/2017, tanggal 4 Desember 2017, terdapat 85 perwira tinggi (Pati) yang terkena mutasi. Mereka terdiri dari 46 Pati TNI AD, 28 Pati TNI AL dan 11 Pati TNI AU.

“Kita terima saja mutasi besar-besaran tersebut karena itu masih hak Panglima (Gatot). Tetapi kita patut sayangkan mengapa dilakukan pada saat nama calon panglima baru sudah masuk ke DPR dan mungkin minggu ini kita sudah punya Panglima baru,” kata Connie kepada wartawan di Jakarta, Rabu (6/12).

Terkait dampak dari mutasi sebelum adanya Panglima TNI baru tersebut, Connie menyebutkan, kemungkinan dampaknya akan menjadi masa jabatan terpendek sepanjang sejarah TNI.

“Jadi implikasinya kasihan pati-pati strategis seperti Pangkostrad, Pangkohanudnas, Pangkoops dan lain-lain, mungkin saja akan sangat pendek masa tugasnya,” ujarnya.

Sebab, lanjut Connie, akan sangat memungkinkan Panglima TNI yang baru melakukan mutasi kembali terhadap para pejabat tinggi TNI yang telah dimutasi oleh Jenderal Gatot.

“Karena Pak Hadi (KSAU) Insya Allah selaku Panglima baru, bisa merubahnya,” katanya menambahkan.

Sebelumnya kepada Bergelora.com dilaporkan, adapun sejumlah Pati yang mengalami mutasi diantaranya adalah, dari TNI AD, Letjen Edy Rahmayadi dari Pangkostrad menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun dini), Mayjen Sudirman dari Asops Kasad menjadi Pangkostrad, Mayjen A.M. Putranto dari Pangdam II/Sriwijaya menjadi Asops Kasad, Mayjen Subiyanto dari Aspers Kasad menjadi Pangdam II/Sriwijaya.

Di jajaran TNI Angkatan Laut, sebanyak ada 28 personel Pati dan Pamen yang terkena mutasi atau mendapat promosi, di antaranya yaitu Mayjen TNI (Mar) Bambang Suswantono dari Dankormar menjadi Dankodiklat TNI, Brigjen TNI (Mar) Hasanudin dari Kas Kormar menjadi Dankormar, Brigjen TNI (Mar) Nur Alamsyah dari Danpasmar II Kormar menjadi Kas Komar, Kolonel Mar Edi Juardi dari Asops Kormar menjadi Danpasmar II Kormar, Laksda TNI Tri Prasodjo dari Irjenal menjadi Pati Mabes TNI AL (dalam rangka pensiun).

Sedangkan di jajaran TNI Angkatan Udara, 11 Pati dan Pamen yang mengalami mutasi dan promosi antara lain Marsda TNI Imran Baidirus dari Pangkoopsau I menjadi Pangkohanudnas, Marsma TNI Nanang Santoso dari Kadisopslatau menjadi Pangkoopsau I, Marsma TNI Tamsil Gustari Malik dari Kas Kohanudnas menjadi Kadisopslatau, Marsma TNI Heraldy Dumex Dharma dari Pangkosek Hanudnas IV Bik menjadi Kas Kohanudnas. (Web Warouw/Kolonel Inf Bedali Harefa, S.H.)

Add comment


Security code
Refresh