Politik
Menteri Koordinator (Menko) bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) Wiranto (Ist)

JAKARTA- Menteri Koordinator (Menko) bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) Wiranto menegaskan, pemerintah telah secara serius memprediksi hal-hal yang mungkin terjadi, yang mengganggu stabilitas keamanan, kenyamanan mudik, dan juga masalah harga-harga pangan, serta transportasi telah diantisipasi.

“Presiden telah memerintahkan untuk berbagai hal yang menghambat, mengganggu kekhidmatan masyarakat dalam hal menghadapi Natal dan Tahun Baru supaya dieliminasi,” kata Wiranto usai mengikuti Rapat Terbatas tentang Persiapan Natal dan Tahun Baru, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (18/12) sore.

Menko Polhukam berharap, mudah-mudahan semuanya (Perayaan Natal dan Tahun Baru) bisa berjalan dengan aman dan tertib terutama keterlibatan masyarakat diharapkan. “Masyarakat juga ikut membantu membangun suasana damai, aman, tenteram agar kita bisa melewati Tahun Baru dalam keadaan yang baik,” ujarnya.

Sejauh ini, menurut Wiranto, tidak ada hal khusus terkait adanya ancaman terorisme atau gangguan keamanan negara. Namun soal ancaman kerawanan, Wiranto menyampaikan bahwa itu hal sering terjadi, yang biasa terjadi tiap tahun, dan itu sudah diantisipasi.

Secara khusus, lanjut Menko Polhukam Wiranto, Kapolri telah berkoordinasi dengan Panglima TNI untuk mengerahkan aparat keamanan secara maksimal, untuk mengawal masyarakat yang mudik, mengawal tempat-tempat ibadah, dan mengawal kegiatan-kegiatan yang terjadi penumpukan massa.

“Semuanya diantisipasi dengan seksama,” kata Wiranto seraya menyampaikan harapannya, dengan kesiapan yang prima, pemerintah bisa mengawal Natal dan Tahun Baru dalam keadaan yang baik.

Soal Pangan, Transportasi, dan Keamanan

Sebelumnya, menyambut perayaan Natal dan Tahun Baru 2018 yang bersamaan dengan masa liburan panjang, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan pesan kepada jajaran pemerintah terkait untuk memperhatikan tiga hal penting.

Pertama, mengenai ketersediaan bahan-bahan pokok dan stabilitas harga pangan. Meskipun ini  sudah rutin dilakukan, Presiden meminta agar diantisipasi terjadinya cuaca ekstrem dan beberapa bencana di beberapa daerah.

Ketersediaan dan stabilitas harga pangan perlu mendapatkan perhatian yang serius. Juga soal kelancaran distribusi logistik, baik berupa pangan, maupun BBM, dan juga elpiji,” kata Presiden Jokowi saat memberikan pengantar pada Rapat Terbatas tentang Persiapan Natal dan Tahun Baru, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (18/12) sore.

Yang kedua,  Presiden juga keminta diperhatikan terkait dengan pelayanan transportasi.

Ia mengingatkan, tahun ini ada liburan yang sangat panjang, sehingga harus dipastikan pelayanan transportasi yang mudah dan gampang diakses oleh masyarakat, serta aman dan nyaman.

Apalagi, lanjut Presiden, akhir tahun ini juga bertepatan dengan momen liburan sekolah sehingga kebutuhan akan layanan transportasi semakin meningkat.

“Utamakan keselamatan warga dalam menggunakan sarana transportasi, baik yang di darat, laut maupun udara,” tegas Presiden Jokowi.

Terakhir, Presiden meminta Polri dan TNI dibantu BIN untuk mengantisipasi terjadinya gangguan-gangguan keamanan dan ketertiban.

“Hadirkan rasa aman kepada masyarakat dengan meningkatkan pengawasan, pengamanan terhadap tempat-tempat publik, tempat ibadah, bandar udara, pelabuhan, stasiun dan terminal bus,” pinta Presiden Jokowi.

Kepala Negara juga meminta agar masyarakat dilibatkan menjaga ketertiban dan keamanan di lingkungan masing-masing.

Kepada Bergelora.com dilaporkan, rapat terbatas itu dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menko Polhukam Wiranto, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko PMK Puan Maharani, Menko Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Staf Presiden Teten Masduki, Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Perhubungan Budi K. Sumadi, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri BUMN Rini Soemarno, Mendagri Tjahjo Kumolo, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, dan Kepala BIN Budi Gunawan. (Enrico N. Abdielli)

Add comment

Security code
Refresh