Politik
Pengamat militer Connie Rahakundini Bakrie

JAKARTA- Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto membatalkan keputusan mutasi 16 Pati TNI yang dibuat oleh Gatot Nurmantyo. Salah satu Pati yang batal dimutasi adalah Pangkostrad Edy Rahmayadi yang diketahui mengajukan pensiun dini karena akan terjun ke dunia politik.

Pengamat militer Connie Rahakundini Bakrie menyebutkan, keputusan untuk membatalkan rotasi mutasi yang diumumkan oleh panglima terdahulu adalah hak penuh Hadi, sebagai panglima baru.

"Jelas ini menunjukkan Pak Hadi playing his role sebagai Panglima TNI baru, dengan segala kewenangan yang melekat. Ini adalah hak penuh beliau untuk membatalkan rotasi mutasi yang diumumkan Pak Gatot Nurmantyo di saat yang sangat tidak tepat waktu itu," ungkap Connie, Kamis (21/12).

Menurut Connie, para Kastaff juga memang tidak berkenan melaksanakan putusan tersebut, karena Gatot merilisnya pada saat Hadi sudah dalam proses akhir ditetapkan menjadi Panglima TNI.

"Saya kira Pak Hadi menekankan sangat pada kata 'bukan berdasarkan like dislike' sehingga menurut saya, bisa terbaca bahwa Gatot melakukan pendadakan 84 mutasi beberapa dari posisi penting dan strategic di TNI berdasarkan like dislike," tambah Connie.

Ia menambahkan, Hadi saat itu menjabat sebagai Kasau dalam penilaian tentang kualifikasi kompetensi dan kinerja. Sehingga, menurut Connie, keputusan Hadi seharusnya sudah dipikirkan dengan matang.

"Keputusan beliau juga pasti sudah sangat ditimbang dan telah dibahas bersama perangkat Panglima yang melekat untuk membatalkan mutasi beberapa Pati strategis tersebut," pungkasnya.

Merit System

Sebelumnya kepada Bergelora.com dilaporkan,  Mutasi jabatan Perwira Tinggi (Pati) di lingkungan TNI ditentukan berdasarkan kriteria penilaian sumber daya manusia yaitu profesionalitas dan merit system melalui proses Pra Dewan Jabatan dan Kepangkatan Tinggi (Prawanjakti) dan Dewan Jabatan dan Kepangkatan Tinggi (Wanjakti) TNI.

Hal tersebut dikatakan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., saat menjawab pertanyaan awak media usai acara penyematan Wing Penerbang Kehormatan TNI AU kepada Kapolri, Kasad dan Kasal di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Rabu (20/12).

Lebih lanjut Panglima TNI mengatakan bahwa dalam pembinaan karier prajurit TNI dilaksanakan sesuai dengan prosedur dan aturan yang berlaku di lingkungan TNI disesuaikan dengan kebutuhan organisasi.

“Dalam mengemban amanah sebagai Panglima TNI, saya telah melaksanakan evaluasi secara berkesinambungan terhadap sumber daya manusia untuk memenuhi kebutuhan organisasi dan tantangan tugas ke depan, itu yang pertama,” ujarnya.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. menjelaskan bahwa selain prosedur dan aturan yang berlaku di lingkungan TNI, untuk penilaian karier dan mutasi prajurit TNI (termasuk Pati TNI) berdasarkan alasan-alasan yang baik demi kepentingan organisasi TNI. “Kedua adalah dasar untuk penilaian sumber daya manusia adalah profesionalitas dan merit system,” jelasnya.

“Yang ketiga berdasarkan Petunjuk Administrasi (Jukmin) bahwa pembinaan karier seorang prajurit TNI itu sudah baku. Tidak ada istilah di dalam pembinaan karier itu like and dislike,” tutup Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. (Web Warouw/Kolonel Inf Bedali Harefa, S.H.)

Add comment


Security code
Refresh